Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Chrysant Tea


However it began, however it flowed, however it could be.
As if she didn't remember anything, didn't feel owt at all.
Past will be past. Now, She's going to face what will she faces. This is just an ordinary story. Ordinary but special.


When you give it to her, 


She's going to make something special for you then.


"Chrysant Tea with Love" ٩(^ᴗ^)۶


Orabeoni, where are you? Is she miss you? But, who are you?
 She dunna owt, but she's sure you'll always in save. Have a blessed life, have a blessed day, Orabeoni. (๑^ں^๑)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Embusan Angin

Apa kau merasakan sesuatu? Lalu kau takut sebab mempunyai perasaan itu? Juga bertanya mengapa perasaan itu ada? Kau kambuh lagi?

Sudahlah, kerjakan apa yang menjadi tanggung jawabmu sekarang. Kerjakan sebaik mungkin. Jangan hiraukan embusan angin yang membuatmu tak nyaman. Lewati saja. Lewati. Perkuat lagi pertahananmu, tamengmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penaklukkan Mengyou Jianghou

Ingin tersenyum. Memang sudah tersenyum, tapi melanjutkan senyuman seraya membayangkan sesuatu, sepertinya aku masih takut.

Itu..., apa kau berpikir untuk mundur? Kau sudah melangkah mundur? Aku di belakangmu. Apa yang terjadi denganmu? 
Kalau langkahmu terus saja mundur, bagaimana denganku? Aku akan terjepit di antara dinding Sōngshù dan dirimu. Seperti itu, kah? Bagaimana?

Mengapa tak maju bersama? Dari belakang, aku akan mengikutimu seraya berjaga di sekitar. Mari kita maju bersama. Aku masih takut, tapi bersamamu, keberanianku niscaya tumbuh kuat dan semakin kuat. Mari kita arungi dan taklukkan Mengyou Jianghou bersama-sama.

Kau. Apa itu kau? Aku merasakan sesuatu, tapi aku belum dapat memastikannya, Xiao Nai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepasang Warna

Tosca. Apa aku tertarik dengan warna itu? Namun masih ragu dan takut untuk meyakininya? Kubiarkan seperti itu saja, sampai orang lain mengambilnya?

Ini bukan perkara rela ataupun tidak, tapi mencoba untuk menunggu dan memastikan.

Aku hanya mempercayai, apa yang ditakdirkan menjadi titipan seseorang, walaupun sudah berpisah, Tuhan pasti mempertemukan lagi. Kalau yang lain sebagai ganti adalah yang lebih baik, pasti akan bersatu suatu saat nanti.

Angin berembus, dedaunan gugur, lalu bersemi. Waktu berlalu.

Tosca. Apa benar yang kutemui adalah tosca? Apakah itu sepasang tosca? Apa aku senang?

Terus ingin bertanya dan perlu belajar lebih. Sepasang tosca, mengapa tak berjalan bersama-sama saja? Apakah itu "malu-malu"? Atau "memalukan"? Tapi, mungkinkah itu "ketakutan"?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Roro Jongrang Historical Drama

Well, the time for "Roro Jongrang Show"!
Kemarin kan sudah deal untuk pementasan drama bertemakan Past (secara, materi semester dua, gitu, loh), so sekarang waktunya grup satu unjuk gigi! (>^ω^<)

Tapi sayang, mereka gak bawa kamera. Mau gak mau take video pake hapeku ~T_T~. Gambarnya super duper unclear, pixelnya gak nyanding.


Ou, ou, tidak!!! Memori tidak cukup. Ampun, deh! 
﹋o﹋

Ceritanya bikin beberapa part, deh. Hapus, hapus yang bisa dihapus dulu.

Lanjut...!

Lumayan banget, banget banget. Naskahnya ngadopsi dari internet, dan pronouncation mereka bagus. Ada beberapa yang lupa, tapi manusiawi, lah. Wkwk.

Ey ey, dibilang gak apa ketambahan dialog Korea, or bahasa lain di dramanya, mereka masukin beneran. Tapi kok ya, itu ngomong apa? Apa salah ya? Kayaknya iya, deh. Biarin aja, lah.

Teng-tong. Memori penuh lagi. ~>_<~
Ya sudah, apalah daya, diulang lagi pada pertemuan berikutnya. Mereka yang minta juga, kok. Plus bawa kamera, handycam and tripod sekalian, katanya. 

Tapi masih kepikiran sama dialog Korea tadi. Roro Jongrang kan, masuk kategori drama kerajaan, berarti seharusnya pakai dialog ala drama kerajaan. Setahu aku "sageuk" namanya, aka. historical drama.

Kepo bin penasaran, aku tanya teman instagram, ah. Dia kan, seniman asal Korea Selatan. Ih, ih, ketceh juga, kan akuhhh. Ahhay, lebay mode on.




Senangnya, untung bahasa Inggrisnya bagus dan mau ngeladenin pertanyaanku. Itu yang lebih bagus lagi. Ahhay, senang, senag, senang....



Nah, begitu baru betul. Sillejiman nugusinjiyo? 
네, 감사합니다 
Thank you much much much, Sir. (⌒▽⌒)

Ok, di pertemuan yang akan datang kita jumpa lagi. Semoga berkah, ya. ٩(^ᴗ^)۶
Amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teka-Teki Bunga Peony

Itu... Apa itu seperti kebetulan yang lalu? Sampai kapan kebetulan-kebetulan bermunculan? Sampai kapan kebetulan itu tidak bungkam? Sampai kapan, setidaknya kebetulan itu meninggalkan jejak yang dapat kupahami?

Kupikir tidak akan bertemu dengan kebetulan seperti itu lagi? Tapi, apa aku berpikir seperti itu? Apa yang kupikirkan? Apa yang kuterka? Entahlah.
Mengapa harus kebetulan? 

Rasanya ingin terbang, tapi tak punya sayap. Apa aku harus seperti burung kecil yang menyukai bunga Peony dan ingin terbang mencarinya yang telah tertiup angin? Apa burung kecil itu sebaiknya menemukan bunga Peony yang lain? Lalu, di mana bunga Peony yang lain itu? Apa aku terbang seperti itu?

 

Katanya, tidak ada yang namanya kebetulan, yang ada hanya keperluan. Lalu, kebetulan-kebetulan itu sebenarnya adalah keperluan? Keperluan apa, terhadap siapa?

Teka-teki yang belum terpecahkan. Apa itu misteri yang berakhir kebaikan atau apa, aku belum tahu. Aku belum dapat memastikannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ajisai


Akhir-akhir ini, hujan membasahi mereka di taman Kairaku dengan tetesan-tetesan keberkan-Nya.


Apa kau menyukai Ajisai-ajisai itu?
Warna apa yang paling kau suka?

Aku bertanya, terkadang tak yakin akan mendapatkan jawaban.
Aku menerka, sepertinya tidak jarang tidak meleset.


Ajisai yang beruntung.
Kau merewat mereka dengan baik.
Kau, teruslah melangkah sampai ke tepian Ajisai biru di sana.
Aku akan berada di belakangmu.

Bukan berarti tak mau berada di depan dan melihat lebih leluasa, semauku, tapi tempatku memang berada tak jauh di belakangmu.
Aku berada di belakangmu, entah kau menyadarinya atau tidak.
Entah kau mengetahuinya atau tidak.

Saat ini, aku di belakangmu.
Sampai waktunya tiba, kita dapat melihat satu sama lain.
Sampai waktunya tiba, kau menggandengku berjalan menyusuri Kairaku, merawat, dan menjaga Ajisai-ajisai itu bersama-sama. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apalah Daya

Iseng-iseng, iseng banget. Pesan pakaian online, eh, pendek. Udah ada keterangan ukurannya, tapi kayaknya bahannya cihuy. Apalah daya, tangan tak sanggup tidak memesannya. Ya sudah, pesan saja. Pesan! Haha, apalah daya. Nah, biar bisa dipakai kayak gamis, alternatifnya dipasang renda (tapi jatuhnya tetap cingkrang).

Tadda!


Bukan hanya itu, kurang kerjaannya lagi pas beli overall online, polos bingits, se-bingits-bingitsnya. Apalah daya, tangan yang gatal. Apalah daya, digaruk pakai jarum jahit, coblos benang, tempel renda & kancing batok. Ahh, renda tiada bosannya. Eh, ditambah small norigae (aksesoris hanbok yang biasanya ada rumbai kayak di ujung tasbih, itu) juga, loh.

Chacha!


Yups, begitulah perjalanannya. Apalah daya, oh apalah daya. See ya! 
(๑^っ^๑) (๑^ں^๑)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS