Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

My Lovely Day

 Bismillahirrahmanirrahim



Seneng banget. Aku senyam-senyum gitu deh, gara-gara mimpi indah pergi ke tempat bersejarah didampingi guide. Wadidau, guided my heart. Haha, guided my way, deng. Sambil nyanyi dong, hey hey siapa dia.... Hmm, siapa ya? Dia itu teman lamaku, tapi wajah dan perawakannya kayak gabungan dari dua orang. Temanku dicampur teman dari temannya temanku. Yah, namanya juga mimpi, ketemu seseorang yang wajah atau perawakannya ibarat Choi Siwon dicampur Tukul Arwana, mungkin saja, dong. 

Eh, sebelum mimpi aku tuh sampai keselek gegara ngekek. Jadi, semalam kan aku pergi ke tempat foto kopinya Babeh Kipli, di sana ada Entong yang baru kelihatan batang hidungnya. Bertanyalah sang ayah kepada anaknya, "Dari mane lu, Tong?"

"Dari Pesing, Beh."

Bang Ruma nyeletuk, "Ngompol?"

Sontak keselek aku, tertawa terkekeh-kekeh bin ngekek gitu. Receh banget ya Allah..., selera humorku sebatas itu.



Seperti biasa lah, hari-hariku ya ngantor, di depan komputer saja. I live in a boarding school, therefore I don't go anywhere, especially during a pandemic like this. Sudah peraturannya sih ya, nggak boleh sering keluar gerbang kecuali ada keperluan. Makanya, mimpi jalan-jalan rasanya seneng banget akutuhhh

Hari ini harus menyelesaikan laporan keuangan dan sore hari aku dapat jadwal mengawas ujian praktik kelas 12 spesifikasi tata busana. Di sekolah kami tersedia beberapa keterampilan yang bisa diambil sebagai kelas tambahan, salah satunya tata busana. Alhamdulillah aku masuk jajaran pembina. Heheheyyy, gak bermaksud sombong, cuma mau pamer, kok. Awokawokawok

Bermain dengan excel dan berbagai rumusnya sih sudah biasa, tapi kok ya bolak-balik revisi, ternyata yang di-acc atasan malah laporan yang awal. Rasanya pengen salto, terus jungkir balik, terus apa lagi ya? Sekalian senam tik-tok kali ya, biar sehat. Gak susah sih, soal konten laporannya, yang susah itu layout-nya. Gak tahu kenapa si PC kok ya, ngajak ribut. Sinyal juga minta ditabok apa ya, padahal mau internetan buat kirim laporan. Wifi kantor mati. Alamaaaak. Ya sudahlah. 

Waktu salat Zuhur hampir tiba, eh tiba-tiba kepalaku kok pusing sebelah. Aduh, kayaknya tubuh mulai stres. Hey, kamu! Kamu juga ada yang kayak gitu gak, sih? Bukan menyengaja or lebay, tapi kalau sudah kelelahan gitu, tubuh tuh rasanya kayak jadi stres. Eh, iya gak, sih? 

Demi apa, masih agak sakit gitu, padahal tadi siang sengaja tidur buat istirahat. Tapi aku masih kuat pergi ke workshop tata busana, kok. Semangat ya diriku! 

"Miss Vanisa, tadi ada pesan dari Miss Maryam, blazer hasil kelas 12A2 yang sudah siap bisa disimpan di ruangan beliau."

"Oh iya. Nanti Jeny bantu saya bawain ke sana, ya." Jeny anaknya baik, jadi aku nggak sungkan kalau minta bantuan ke dia. Insyaallah ikhlas anak satu ini, mah. "Maaf Miss, kayaknya lagi kurang enak badan, ya?"

Aku hanya tersenyum simpul, "Migrain saya kumat. Tapi nggak apa-apa, kok," peka juga dia. 

"Kalau ada lagi yang perlu dibantu, panggil saya saja Miss," tuh kan, apa aku bilang. Eh, aku mbatin, deng.

Alhamdulillah ujian sore ini berjalan lancar, karya mereka juga bagus-bagus dan hampir selesai. Deadline satu minggu lagi, lalu 25 kostum terbaik akan ditampilkan di lokakarya. Ah, jadi ingat masa-masa sekolah dulu, tapi ya Allah kepalaku masih pusing ini, ya Allah. Pulang ke kamar mau langsung makan nasi kotak, deh. Alhamdulillah tadi ada rejeki. 


Di magic comb masih ada sisa nasi, digoreng aja kali ya. Iya ah, goreng nasi sekalian buat sahur. Setelah matang icip-icip. Nggak nanggung-nanggung aku cicipin sepiring kecil, piring kue ulang tahun itu. Iya, piring itu. Piringnya baru loh, bukan yang bekas kue. 

Sambil baca webtoon, aku balas chat di grup keluarga. Cihuyy, ibuku sedang online, euyy. Eh, kok aku senang ya? Fix, efek rindu ibu, ini. Dasar anak rantauan. Iya, merantau dari Depok ke Tangerang. Hahahaha.

 

Senangnya, hari ini. Walaupun ada tragedi pusing kepala sebelah, tapi alhamdulillah setelah chatting bunda tercinta jadi sembuh, loh. Jiwaku sudah kembali bahagia kayaknya, jadi rasa sakitnya hilang. Bablas rasane! Rasa sakitnya, gitu. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indah pada Waktunya

Bismillahirrahmanirrahim 

Setiap orang pasti punya keinginan, tapi kebutuhan lah yang paling penting. Yups, terpenuhinya sebuah keinginan itu ya, saat ia berubah status menjadi kebutuhan. Menurutku begitu, tapi semuanya atas kehendak-Nya. Ehem! Butuh waktu. Asyiique. \(^▽^@)ノ

Simpel sih, aku sebenernya becita-cita punya gelas kaca atau keramik, biar anti panas gitu buat minum wedang jahe (instan). Bisa banget sebenarnya kalau aku minum di termos kaca, tapi itu khusus buat air putih. Yaaa, aku bukan tipe orang yang all in one sih, kecuali pada hal/kondisi tertentu. 

Kenapa nggak beli? Iya, bisa banget juga, tapi sayangnya belum kesampaian saja. Untungnya aku punya botol beling bekas minuman vitamin c. Ukurannya pas lah, kalau untuk minum wedang jahe or saffron hangat. Ya sudah, aku pakai itu. 

Ih, kamu pelit yak? Astaghfirullah. Bukan dong, bukan begitu. Aku hanya memanfaatkan yang ada. Toh, cita-cita punya gelas kaca/keramik itu bukan kebutuhan primer. Wkwkwkwk. ↖(^▽^)↗

Nah, hari ini kan ada acara Kongres BEM di perpustakaan. Aku hadir, walaupun telat dan gak fokus pada acara. Maap-maap bukannya apa-apa nih, aku lagi konfirmasi ketentuan Ujian Komprehensif bidang bahasa untuk anak-anak kelas 12. Ada beberapa pertanyaan, jadi kujawab lewat chat ampe jari keriting hahaha. 


Kongres yang di luar kebiasaan. Maklum, acara ala pandemi kudu sesuai protokol kesehatan. Pakai zoom deh, pesertanya jaga jarak, ada yang di perpustakaan dan juga di kelas-kelas mahasantri (santri tingkat perguruan tinggi). Ehem! Pulangnya dapet oleh-oleh euyyy

Panitia yang stand by di pintu keluar menyodorkanku buah tangan sembari agak membungkuk. "Wow, dapat berkat yah. Alhamdulillah," kataku sambil tersenyum. Tapi nggak kelihatan, kan ketutupan masker. 

"Nggih, Umi." Jawab mahasantri. Aduh, umi-umi. Sebenarnya akutuh agak gimanaa gitu, ndengernya. 

"Terima kasih banyak, ya. Unik banget loh, pakai dikasih souvenir segala."

"Nggih Umi. Sami-sami." Kayaknya dia senyum juga, tapi nggak kelihatan. Emang masker ya, dasar kamu penghalang. Penghalang virus, penghalang penampakan ekspresi juga. Tapi kalau di kondisi tertentu, dia lumayan sih, bisa jadi tameng or penghalang malu. Ahhahaii

Wettz, selepas acara kongres aku masih lanjut balas chat tentang Ujian Komprehensif. 



Sesampainya di kamarku di asrama, aku lihat isi paper bag tadi. Adadau, alhamdulillah bahagianya diriku. Dapat apa hayo? Sederhana sih, cuma dapat jajanan kotak, air minum dan kotak berisi Mug berbahan keramik. Ya Allah, keinginanku terwujud, Ya Allah.



Ih, tapi aku nggak tahu kenapa senyam-senyum gitu. Senang plus malu. Senang karena cita-cita punya gelas kaca/keramik sudah tercapai, malu karena "Ya ampun, kenapa kayak gini doang aja kok ya, senang banget."

Ya begitulah, hal sederhana yang kita syukuri pasti berbuah kebahagian. Sabar terhadap sebuah atau beberapa keinginan, kemudian hal tersebut terpenuhi atas kehendak-Nya pun berbuah kebahagiaan. Alhamdulillah. Memang akan indah pada waktunya, ya. ٩(^ᴗ^)۶



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS