Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Cermin Abnormal

Well, ceritanya kan ada makhluk Tuhan yang aduuh, nggak tahu kenapa dia bisa sering bertingkah nyeleneh gitu, ya (dia kenalan gue ~ uuh kenal banget malah). Kadang gue mikeer, apakah ini yang namanya kelewat kreatif or kebablasan somplaknya. Bentuk abnormalnya kayak apa, itu rahasia. Nanti ada yang ngerasa lagi, terharuuuu. Awokawokawok ヽ(^0^)ノ 


Suatu saat, dia jalan bareng seseorang. Kebetulan lagi pasang kalem mode on. Eh, suddenly seseorang bersamanya yang biasanya normal itu, malah bertingkah nyeleneh, dong. Speechless dah tuh, kenalan gue. Sambil mbatin, "Ya Allah, apakah ini perasaan orang-orang yang terlanjur or bahkan terpaksa melihat fenomena kesomplakan gue?" 


Then, in another day, dia kebetulan jalan bareng lagi dengan makhluk Tuhan yang bikin dia speechless. Ekhem! Hal tersebut terulang kembali. Padahal, temennya itu,  eh, partner-nya, eh siapa sih, pokoknya kenalannya kenalanku itu sangatlah normal di hadapan orang-orang. Hmm, bisa dibilang ekspresi dan tingkah doi kelewat monoton, malah. Lah, kok jadi ejleg gitu kalau jalan bareng kenalan gue, yak? 



"Wadidauuu, kayaknya Tuhan sedang memperlihatkan cermin untuk dirimu deh, Adinda. Or konyolnya kamu itu emang nular." Eh, dahi kenalan gue berkerut, dibilang kek gitu. 


Yaa, sebetulnya kenalan gue juga tingkah somplaknya nggak terus-terusan. Malah, dia dikenal jutek gitu apa, ya? Katanya kayak nggak pernah senyum. Ada juga yang bilang, kalau dia itu nggak ada ekspresinya. Hmm, itu kata beberapa orang. Gue yakin sih, yang pada bilang gitu mesti belom kenal sama tuh bocah. Tahu luarnya doang, belum ke dalem-dalemnya. Ahhahahaha. 


Terus, apa komentar gue menanggapi sikapnya yang seperti itu? Apa dah, ya menurut gue mah, namanya belum akrab, seseorang nggak akan nyaman menunjukan sisi lain dari dirinya, secara sadar maupun nggak (reflek, gitu). Asyeequee. Apakah kenalan gue nyaman sama gue, so dia can express kelakuannya yang yunique itu? 


Heeii, dia bercermin sama gue dan partner-nya itu, dong. Anggap saja kalau lagi speechless, kayak dia berada di posisi gue (yang ngeliatin tingkah absurd-nya) dan ketika melihat doi, ibarat bercermin memandang dirinya sendiri. Genre kekonyolannya beda sih, tapi yaa sama aja. Judulnya somplak. 


Click and listen! (ᴖ◡ᴖ)♪

Bikin cerita sendiri, dibaca sendiri. Mandiri bener dah..  (〜^∇^)〜

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menyinergikan Harapan



Ia masih meraba dan kadang berpikir, apa Anda menerimanya hanya karena usia, atau mungkin benar-benar membalas harapan dan perasaannya. Namun apapun jawaban itu, dalam pandangannya, Anda adalah orang terbaik yang ia kenal dan cari . 🙂

 يأتي أنيس في قبرك يؤنس وحدتك فتقول له من أنت، فيقول أنا السرور الذي ادخلته علي فلان

"Kelak akan hadir seorang teman yang menghibur saat engkau sendirian dalam kubur, lalu kau akan bertanya heran: Siapa sebenarnya Anda?"

Dia pun menjawab : "Aku adalah kebahagiaan yang dulu engkau masukkan ke dalam hati seseorang."

Ya, kebahagiaan. Terkadang hal sederhana dapat bernilai istimewa di mata seseorang. 

Semoga banyak hal yang bisa dilakukan untuk saling menguatkan. Banyak mimpi yang dapat terwujud bersama. Banyak karya yang bisa terlahir dari sebuah sinergi. 

Yang dibutuhkan bukan sekadar glowing fisik, tapi yang penting kejujurannya, keikhlasannya dan yang dapat membuat mereka lebih berarti lebih dari siapapun.

Ia terkadang pun tak tahu, apa ketidakpunyaan dan keadaan seperti ini, di sini, dapat membuat semua hal terwujud.

Tapi memang scope-nya perlu dipertinggi. Banyak hal yang kadang tidak sesuai logika, tapi terwujud karena izin-Nya. Semoga.

~ Kakata, Kamu dan Dia di dalam Kenangan Cerita ~ • Cold-San

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Memercayai Keunikan Cinta Seutuhnya

 


Listen while reading 

Bayangkan, bayangkan dengan sangat dalam. Agar tidak hanya tawanya saja, namun amarahnya pun sanggup kamu terima. Agar tidak hanya suka, namun dukanya pun mampu kamu pikul. Agar tak hanya peluk dan kasih, namun penolakan dan rasa kesal yang sesekali mereka perlihatkan dapat kamu tampung. 

Agar kamu mampu mencintainya secara utuh. Menerima, tidak hanya kelebihan, namun juga kekurangan dalam dirinya. 

Karena sesungguhnya, ketika kita mampu menerima kekurangan dan kelemahan mereka, akan kita temukan sisi terbaik dari dalam dirinya, yang ia pun tak sadari selama ini. 

@rabbitholeid


Menarik napas panjang lalu menghembuskannya ke udara, kemudian kau berpikir dan membatin, "Aku hanyalah seperti ini. Pintar sangat? Tidak. Cekatan pun, tidak. Lalu, apa yang bisa aku banggakan? Apakah aku sudah dapat dikatakan sebagai seseorang yang telah membantunya, tapi apa yang telah aku lakukan?" Separuh dirimu yang lain berbisik. "Kau senantiasa berusaha untuk memaklumi. Memahami kondisi, meski kau pikir kadar kepekaanmu masih sangat minim. Belajar memprediksi, walau kau tahu pertimbanganmu masih sangat jauh dari kata saksama."


Kau terus mencoba dan menikmati proses belajarmu. Ketika awan kecemasan tiba-tiba menghampiri harimu, kau pun masih berusaha meraba-raba sekelilingmu. Tidak hanya diam begitu saja. Pergerakanmu mungkin lambat, tapi itu upayamu, karena ketakutan yang sesekali menghantuimu. Perlahan-lahan kau rasakan, kau cermati, apakah yang kau dapatkan bisa menjadi alat untuk menerangi langkahmu, apakah pijakan yang kau ambil tidak membahayakanmu. 


Lalu ada kalanya kau merasa kesabaranmu hampir habis, kau ingat mantra-mantra keagungan Tuhanmu. Kau berhenti sejenak, mengisi tangki di hatimu yang kosong. Ya, masih dengan cara yang sama. Perlahan tangki itu mulai penuh. Kau pun bergerak lagi, meneruskan perjalananmu, hingga kau dapat keluar dari labirin kegelisan itu. 


Di ujung jalan sana, kau berhadapan dengan sosok yang menyerupai dirimu dan ia berkata, "Terima kasih, atas segala upaya  yang telah kau lakukan. Aku tahu, kau niscaya bisa. Aku tahu, dengan bantuan Tuhanmu, kau tentu mampu. Berkecil hati, kau mesti akan merasakannya, tapi yang pasti, kau harus sadar diri dan terus mensyukuri  pemberian yang Ia beri. Karena, setiap orang itu berarti. Setiap orang itu unik, dengan gaya dan caranya sendiri."


Dirimu tersenyum, kemudian sosok itu berucap, "Kau sudah berusaha. Dia ataupun mereka juga telah melakukan hal serupa, meskipun terkadang satu sama lain tak saling menyadarinya. Tetaplah untuk saling menyemangati, menguatkan. Saling membantu tidak mesti melakukan hal yang sama. Kau berperan sebagai dirimu, melaksanakannya dengan baik, dia ataupun mereka pun menyelesaikan bagiannya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS