"Bu, sayang Ibu."
Ibu guru tersenyum simpul, "Iya, sesama manusia kan saling menyayangi, ya, Jay."
Beberapa menit kemudian, anak itu menoleh lagi. "Ibu, mau masuk surga."
"Iya, anak baik insyallah masuk surga. Ajay jadi anak baik ya, tidak lari-larian dan naik-naik ke atas meja."
Si kecil pun mengangguk mantap, lalu kembali mewarnai. Sementara Ibu guru tersenyum, hatinya ikut diwarnai hari itu.
Saat jam istirahat tiba, ia menghampiri Ibu guru sambil membawa sesuatu di tangannya.
“Ibu… ini buat Ibu.”
Sebungkus Choki-Choki stik berpindah tangan.
Ibu guru tersenyum kaget.
Hari itu, bukan cuma jam istirahat yang manis—hati Ibu guru juga ikut dilembutkan.
💛😊









0 komentar:
Posting Komentar