Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Mentari Setengah Lingkar


Apa yang terjadi? Mentari, apakah aku merindukanmu karena mendung yang tak berkesudahan ini? Meskipun di malam hari bulan dan bintang menemaniku sesekali?

Mentari, kemana perginya kehangatan dan sinarmu? Dapatkah aku dipertemukan kembali dengan semua itu? Atau sosokmu yang terlampau jauh dan entah dapat terjangkau lagi atau tidak?

Setengah lingkarmu saja aku belum dapat melihatnya, hari ini hanya ada burung yang berkicau. Kicauan indah yang mengingatkanku akan sesuatu.

~Mentari Setengah Lingkar~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pentingnya Interaksi Sosial bagi Kehidupan Manusia


Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Entah itu keluarga, teman, maupun yang lainnya. Dalam sebuah organisasi contohnya, untuk menghidupkan suasana, mengakrabkan anggota baru, terlebih dalam mensukseskan sebuah program kerja, peranan orang lain itu sangat penting agar terjadi kesinambungan antara satu dengan yang lain. Dari contoh di atas dapat diambil pemahaman bahwa, manusia sebagai makhluk sosial dalam hidupnya pastilah memiliki kebutuhan dan kemampuan untuk berinteraksi, yang mana membuat mereka membutuhkan orang lain agar dapat saling melengkapi. Interaksi menjadikan manusia untuk hidup saling berkelompok.

Sebelum beranjak lebih jauh, perlu kita ketahui bahwa syarat dari sebuah interaksi sosial adalah :
  1. Adanya dua orang atau lebih
  2. Adanya tujuan yang sama
  3. Adanya kesamaan konsep
  4. Kontak sosial
  5. Komunikasi

Selain dari kelima syarat di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebuah perkenalan. Semakin kuat pengenalan satu orang dengan yang lain, maka semakin terbuka peluang untuk saling memberikan manfaat. Jika ada sekelompok orang yang sedang berkelompok namun mereka tidak melakukan hubungan timbal balik, berarti di antara mereka tidak ada interaksi sosial. Di stasiun misalnya, ketika melihat banyak sekali gerombolan orang tetapi mereka tidak saling melakukan hubungan timbal balik, berbedanya tujuan maupun konsep, serta sebagian besar dari mereka yang belum saling mengenal menjadi faktor tidak adanya interaksi sosial.

Di tempat-tempat umum seperti; bandara, terminal bus, maupun ruang terbuka lainnya, hubungan timbal balik antara informasi dan komunikasi yang sesuai memang ada, ketika hendak bertanya sesuatu yang urgen kepada petugas maupun orang yang ditemui misalnya, tapi hal tersebut bisa dibilang jarang dilakukan. Mungkin karena malu atau malas berbicara, jadi mereka lebih memilih mencari tahu apa yang dibutuhkan melaui pencarian di internet.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Ekstase Pengalaman Mistik Kupu-Kupu dan Laron


Metamorfosis merupakan proses sejarah hidup yang dilalui oleh seekor kupu-kupu sebelum menjadi bentuk kupu-kupu yang sempurna. Sebelum berbentuk indah sebagai kupu-kupu, ia melalui beberapa fase perubahan dari ulat menjadi kepompong. Perubahan bentuk pada diri kupu-kupu inilah yang menjadi esensi religius (hal yang berkaitan dengan keagamaan) orang Jawa yang melalui sebuah perjalanan panjang disertai metamorfosa budaya.

Pengalaman mistik kupu-kupu dengan laron agak sedikit berbeda. Keduanya sama-sama hidup dalam proses metafisik. Salah satu keunikan dari laron adalah selalu terpesona ketika melihat cahaya terang seperti lampu. Karena ketika ia keluar dari sarangnya, tujuan pencariannya adalah cahaya. Hal ini menjadi ilustrasi kehidupan bagi orang Jawa yang selalu sibuk menemukan cahaya Tuhan, dan sinar terang adalah gambaran sinar ketuhanan. Pada proses ini laron rela membenturkan sayap dan dirinya pada lampu hanya untuk berjuang memperoleh cahaya.
 Simak kisahnya lebih lanjut di Religi Jawa pada Metamorfosis Kupu-kupu dan Laron

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tunggu Sebentar Lagi

Saat kau menemukan ketenangan di dalam kepanikanmu, di setiap kegelisahanmu, di ambang emosi dan kebingungan. Kau masih dapat mengendalikannya. Kau masih menunggu demi sebuah kebaikan. Kau bertahan di dalamnya. 

Katanya, menunggu bukanlah sekadar perihal waktu, penantian, maupun kemampuan menahan apa yang ditunggu. Tapi, ia bermakna tentang bagaimana kita mengisi masa itu dengan banyak hal yang bermanfaat.

Kalau begitu, tunggu saja dulu. Tunggu sebentar lagi. Buang segala risau di ruang itu dengan melakukan apa yang dapat dilakuan. Apa yang dapat berbuah kebaikan, keberkahan. Tidak apa-apa, tunggu dulu, sebentar lagi. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perlahan

Apa itu?
Rasanya benar-benar menysakkan dada.
Apa? 

Mengapa kau yang mengemban itu lagi?
Apa kau merasa hanya seorang diri?
Atau hanya perasaanmu saja? 

Aku memerhatikanmu dari kejauhan.
Kau ingin menceritakan apa yang kau hadapi sekarang?
Kau tak tahu harus berkata kepada siapa, 
apa yang akan dikatakan? 

Apa sesulit itu?
Matamu berkaca-kaca.
Apakah sebegitu gelap awan di sana, 
hingga akan turun hujan? 

Hela napas perlahan.
Sebut nama-Nya perlahan.
Perlahan-lahan saja.
Perlahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bagaimana?

Sakura di kananmu,
debu Bintang di kirimu.

Langit berwarna-warni dan gemintang tersenyum,
pada hari di mana kau bersinar,
pada hari kita berjumpa lagi.

Dandelion di kananmu,
pasir Alexandria di kirimu. 
Pasir Mukalla di hadapanku. 

Beri tahu aku,
bagaimana tawa itu muncul dalam sepi?

Suara hati ini pun tak dapat diperdengarkan.
Bagaimana aku merindukanmu tanpa suara?
Bagaimana aku menceritakannya kepadamu tanpa kata-kata?
Bagaimana?



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pada Akhirnya

Semua yang nyata terkadang membuatmu takut.
Kau ingin menceritakan sesuatu kepadanya, meringankan pikiranmu. 

Pada akhirnya, 
kau mengurungkannya, memendamnya.
Pada akhirnya, 
kau hanya lari dari kenyataan.
Pada akhirnya, 
kau mencoba melupakannya. 

Mencoba untuk tidak merasakan apapun.
Lagi-lagi, membuang rasamu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Battle of Life

Mengerjakan sesuatu berdasarkan kemampuan, tapi tidak dibarengi rasa suka...

Apakah  itu  berat?

Bukan begitu, hanya..., terasa seperti ada yang mengganjal. 

Munculkan  saja  rasa  suka  itu。

Ia tidak dapat dimunculkan begitu saja secara mendadak. Terlebih ada sesuatu yang menyebabkan pudarnya semangat untuk berusaha menyukai, terkadang itu mengganggu, bahkan boleh jadi sangat mengganggu. 

Kalau  begitu、 biarkan  waktu   membantu  meringankan  。

Meringankan apa? Entah. Mencoba lakukan yang terbaik saja dulu. Waktu, bolehkah kau menungguku? 


It seems like this, like that, but don't judge easily.
It's hard, so everyone is fighting their own battle life

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dakwah Kiai Kholil Mahalli Brebes

Adalah KH. Kholil bin Mahalli (1955 M), seorang tokoh ulama pada zaman kolonial Belanda yang sangat kharismatik di kota Brebes. Ia dilahirkan pada tahun 1892 M, tepatnya di desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes dari pasangan suami istri, Mbah Mahalli dan Nyai Mahalli. Mbah Mahalli memiliki lima keturunan dan KH. Kholil ini termasuk salah satu putranya.

Ia mulai menimba ilmu sejak tahun 1990 M sampai tahun 1910-an. Dalam sejarahnya, KH. Kholil bin Mahalli pernah menjadi santri di satu daerah bernama Mangkang. Suatu daerah yang berada di antara kota Semarang dan Kendal. Selain di Mangkang, ia juga sempat mencari ilmu di sebuah pondok pesantren kuno di Sindanglaut. Akan tetapi waktunya lebih banyak ia habiskan untuk belajar di pesantren daerah Mangkang.


Sejak kecil ia selalu dikenal dengan sifatnya yang pendiam dan sabar. Sikapnya juga melambangkan orang yang tekun serta teladan. Sebagai bukti ketekunan, hampir semua kitab yang ia miliki penuh dengan makna gandul Jawa. Tak ada selembar pun yang luput dari jamahan tintanya. Prinsip belajar beliau itu ”Petenge tulisan iku padange ati” (red. Jawa). Artinya ‘gelapnya (penuhnya) tulisan adalah cerminan dari lapangnya hati’. Maka tidak heran jika KH. Kholil bin Mahalli sangat menguasai berbagai macam fan ilmu seperti ilmu fiqh, ilmu alat atau nahwu sharaf dan lain sebagainya. Akan tetapi masyarakat desa Benda lebih mengenal kecakapannya dalam menguasai ilmu fikih. Panguasaan ilmu ‘arudl juga termasuk salah satu keunggulan beliau. Maka pada saat itu tidak jarang beliau tuliskan syair-syair serta do’a-do’a sehingga menjadi satu kitab besar yang menjadi bahan pelajaran para santrinya.

Read more on Dakwah Door to Door Ala Kiai Kholil Brebes

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS