Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Alasan Untuk Tersenyum

Katanya, menjadi alasan orang lain untuk tersenyum. 

Apa kau sudah memperlihatkan senyum ketulusan terbaikmu? 
Apa senyuman itu telah menjadi alasan orang lain untuk tersenyum? 
Menjadi bahagia dan mendapatkan ketenangan? 

Dulu kau terus berpikir, "Apa yang seharusnya kulakukan? Apakah yang kulakukan sudah menjadi yang seharusnya?"



Kau terbenam, kau tenggelam dalam pikiran-pikiranmu sendiri. Bukan bermaksud menyalahkan diri sendiri, tapi kau sering kali merasa bersalah karena kekurangan-kekuranganmu. 

Kelebihan dan kekurangan, setiap manusia memilikinya dengan kadar yang berbeda, dan perbedaan itu merupakan bibit keselarasan, penyesuaian untuk saling melengkapi. 

Lakukan semua yang bisa dilakukan sesuai kemampuan, karena setiap yang diciptakan Tuhan memiliki tadkdirnya masing-masing.

Kemampuan adalah anugerah, kesungguhan adalah usaha yang seharusnya dilakukan, dan kesempatan adalah hal yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Tersenyumlah. Senyum untuk kebaikan diri sendiri, untuk kebaikan mereka. 

Tersenyumlah. 



*Source >> WAP

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kerinduan Palsu

Mengapa kau hanya terdiam? Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu dengan baik?

Kau. Apakah yang sedang kau pikirkan?

Tempo hari lalu, sepertinya kau menampakkan kerinduanmu akan sesuatu. Apa benar itu adalah kerinduanmu, atau hanya imajinasimu akan kerinduan?

Kau mencoba keluar dari kesibukanmu dengan menciptakan topik lain?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hiu Kecil

Zona aman, nyaman. Apa kau akan terus di bawah selimut itu? Tidak mencoba untuk bangun dan menghirup serta merasakan sensasi udara di luar sana? 





Hidup, tapi sebenarnya mati. Tidak bergerak, tidak berguna. Seperti itu kah maumu? 


Bersyukurlah kau diberi kesempatan untuk bergerak. Untuk mengasah kemampuanmu.

 Apa kau lupa bagaimana caranya berkembang? Apa kau lupa bagaimana mengimplementasikan kemampuan itu? 

Ayolah, seseorang memercayaimu. Tidak, bukan hanya seorang, tapi mereka memercayaimu. 

Apa salahnya mencoba? 
Kesulitan pasti ada, tapi selama mencari jalan keluar. Kau pasti menemukannya.



Bagaimana menurutmu? Apa pendapatmu? 😊



* Disclaimer We Are Pharmacist (WAP) 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bulan, Kau...

Coretan itu tentang bintang. Aku menyukainya bukan berarti aku mengabaikan matahari atau bulan, melupakan jasa mereka. Bukan.

Matahari, sepertinya cahayamu sama sekali tak tampak. Entah kau sengaja meredupkannya atau mengapa, aku belum menemukan alasannya. Atau kau menyinari yang lain? Namun, terima kasih telah diperkenankan menemukan cahaya yang telah menerangi langkahku. 

Bintang, aku merindukanmu. Entah kau mencium aromanya atau tidak. Kerinduanku tak bersuara. Tak tampak, bintang. Maafkan aku yang merindukanmu. 

Bulan, mengapa engkau yang terlanjur membaca kerinduanku pada bintang? Bulan, entah apa yang terlintas di benakmu.

Bulan, kau..., kaupun telah membantuku banyak hal. Terima kasih. Dengan cahayamu, aku merasakan kehangatan. Dengan cahayamu, aku memiliki kesempatan untuk merasakan menjadi seorang adik kecil. Terima kasih, bulan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bintang

Kisah tentang matahari, bulan, dan bintang.
Biarpun menjadi yang terkecil,
kau memancarkan cahaya sendiri.
Terima kasih atas segalanya.
Terima kasih telah menjadikanku merindukanmu.
Kerinduan tanpa suara ini,
terima kasih .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sekadar Cerita

Kisah itu tentang matahari. Matahari yang bersinar, memberikan kehangatan, keramahan, dan inspirasi. Tersenyum ceria seiring dengan bersinarnya ia di setiap hari-hariku.

Siapa sangka, jika hari ini hujan. Hujan sebesar apapun, ia pasti kan bersinar kembali bukan?

Aku masih belum memahami tentang matahari secara mendalam. Mungkinkah aku terlalu bimbang untuk memilih memahaminya, atau lebih memilih bulan dan bintang?

Perjalanan masih panjang ataupun tidak, siapa yang mengetahui kepastian itu. Aku masih saja memandangi tanah yang kupijak. Apakah aku belum sanggup memahami tentang matahari atau memilih bulan maupun bintang?

Dunia berputar, matahari berganti bulan, bintang bertaburan di lelangit malam. Apa aku salah, berpikir untuk menjadi angin yang berembus?

Biarlah aku menjadi diriku, kau menjadi dirimu, ia menjadi dirinya.

Yang kuinginkan, semoga suatu hari nanti aku dapat berbagi ceritaku padamu, atau mungkin kau membantuku menyelesaikan cerita itu. Cerita yang selama ini terpendam. Aku hanya sedikit berbisik pada tumpukkan bebatuan di jalan. Entah mereka mendengarnya atau tidak, tapi bisikkan itu setidaknya meringankan sesuatu.

Kuharap ada yang bisa mendengarkan ceritaku, atau mungkin memperbaiki jalannya. Memperbaiki isinya, menanamkan makna dan hikmah berharga di dalamnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perihal Rasa

Sekali lagi, kau merasa semakin tidak memercayai siapapun? Dari kejadian-kejadian itu, kau mulai menarik kesimpulan?

"Dunia semakin tua, angin berhembus begitu saja. Entah berpihak ke arah mana.  Aroma dunia sepertinya semakin memuakkan. Bukan bermaksud memukul rata. Bukan. Hanya sebagian, atau mungkin beberapa."

Masa lalu seringkali menjadi guru yang berharga. Disadari secara langsung maupun perlahan, ia memberikan pelajaran yang tak ternilai.

Belajarlah untuk menjadi lebih baik. Rasa kesal dan teman-temanya mesti ada, tapi jangan biarkan ia hinggap berlarut-larut. Biarkan hidup memiliki beragam rasa. Pelajari rasa itu sedikit demi sedikit, dan dapatkan makna yang berarti dari mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS