Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Soal Bahasa Inggris XI MTA 2015

A.       Choose (a, b, c or d) as your answer!


1.      Charlie said, “I saw Jack at a party.”
Charlie said that he …… Jack at a party.
a.       See        c. Had seen
b.      Saw       d. Has seen

2.      A: …………..?
B: I was born on 1997
a.       Where are you born.
b.      Where were you born
c.       When are you born
d.      When were you born

3.      Tom said, “My parents are in the hospital.”
Tom said that ………. In the hospital.
a.       My parents are
b.      My parents were
c.       His parents are
d.      His parents were

4.      His father said, “Don’t eat too much.”
His father said ………….
a.       To eat too much       
b.      Eat too much
c.       Not to eat too much 
d.      To eat too much

5.      They bought thirty seven cards last holiday. (When)
a.       When do they bought thirty seven cards?
b.      When do they buy thirty seven cards?
c.       When did they bought thirty seven cards?
d.      When did they buy thirty seven cards?

6.      Jack asked me, “Do you bring my key?”
Jack asked me ….. I brought his key.
a.       That                c. Do
b.      If                      d. To

7.      Justin asked him, “What is your phone number?”
Justin asked him ……. His phone number was.
a.       That                c. What
b.      If                      d. To

8.      Someone telephoned Ann.
     ?
a.       Who did someone telephone?
b.      Who telephoned Ann?
c.       Who did telephone Ann?
d.      Who telephoned someone?

9.      Gary asked me, “Are you happy to be back?”
Gary asked me, ……………..
a.       If I was happy to be back
b.      I am happy to be back
c.       Am I happy to be back
d.      You are happy to be back

10.  Alex ………… that he didn’t like Brian.
a.       Said     c. Talked
b.      Told    d. Talk about




B.       Choose one word in parenthesis as your answer!

1.      There was a fight at the “Simpsons” alley, but nobody (gets, get, got, getting) hurt.

2.      Why didn’t Lebona (have, has, had, having)  her new entry in her blog posted?

3.      Two people are (report, reports, reported, reporting) to have been seriously injured in the accident.

4.      Did you (get, gets, got, getting) invited to go to Vincent Van Gogh Museum in Amsterdam?

5.      Nobody (tell, tells, told, telling) me that “AC/DC” was your favorite band.
6.      “Breaking the Ice” with British people is (know, knows, knew, known) to be the most difficult thing for an overseas student in Britain.

7.      Kikio (have, has, had, having) Kato do an X-Ray examination soon.

8.      Tokyo Mew Mew’s café is (cleaned, being cleaned, was cleaned, has been cleaned) at the moment.

9.      Did Pharrel Williams (get, gets, got, getting) offered making concert in Indonesia?

10.  My sister (watch, watches, watched, is watching) “Taiyou No Uta” this morning.

C.        Write another sentence with the same meaning!
It is said that Montana Tucker’s grandma is 101 years old.

D.       Make two different passive of this active sentence!
Alicia gave Alesso her new watch which she bought in Cape Town.

E.        Make an active and a passive sentence using “Present Perfect”!

F.        Translate into English!
Veronica meminta penjahit agar segera menjahitkan baju tidurnya.

G.       Move to Indirect Speech!
1.      George said, “I am going to Australia.”
2.      Jimmy asked me, “Where do you withdraw money every week?”
3.      Sunny asked me, “Can you come to my wedding party?”

H.      Make question by these underline  words!
1.      His beautiful daughters always speak Italian in their house.
2.      My father’s friend is compiling some interesting book at this time.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rawai'ul Bayan Fi Tafsiri Ayatil Ahkam Min al-Quran (Muhammad Ali Asshobuni) Hal. 79-81

Bismillahirrahmaanirrahiim

DALIL-DALIL MU’TAZILAH

Golongan Mu’tazilah menyimpulkan bahwa sihir tidak memiliki sebuah hakikat (melainkan sebatas khayalan atau fatamorgana belaka) berdasarkan dalil-dalil yang kami uraikan di bawah ini:

a.       Firman Allah Ta’ala:
سحروا أعين الناس واسترهبوهم
b.      Firman Allah Ta’ala:
                                 يخيّل إليه من سحرهم أنهم تسععى
c.       Firman Allah Ta’ala:
ولا يفلح الساحر حيث أتى

Ayat pertama menunjukkan bahwa sihir hanyalah sebatas tipu muslihat untuk mengelabui (pandangan) mata. Kemudian hal ini dikuatkan ayat selanjutnya (kedua), bahwasannya sihir hanya sebatas khayalan dan bukan sebuah hakikat atau kenyataan yang sesungguhnya. Dan ayat ketiga menetapkan bahwa penyihir tidak akan mungkin berada dalam kebenaran, karena peniadaan (penyangkalan terhadap) keberhasilan sang penyihir.

d.                      Golongan Mu’tazilah berkata (berpendapat bahwa): Walaupun penyihir mampu berjalan dia atas air, terbang di udara ataupun mampu merubah tanah menjadi emas, maka mukjizat para Nabi tidak dapat dibenarkan (atau tidak berlaku) dan hal ini (menyatukan antara yang hak dan yang batil) membingungkan. Dan tidak pernah dibenarkan bahwasannya; “Nabi adalah sebagian dari para penyihir, karena tidak ada perbedaan antara mukjizat para Nabi dan perbuatan tukang sihir, oleh karena perbuatan keduanya termasuk sejenis.”

DALIL-DALIL JUMHUR AL-ULAMA (Mayoritas Ulama)

Jumhur al ulama berpendapat bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh berdasarkan dalil-dalil yang kami uraikan di bawah ini:

سحروا أعين الناس واسترهبوهم وجاءوا بسحر عظيم
a)     Firman Allah Ta’ala:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِه
b)     Firman Allah Ta’ala:
وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
c)      Firman Allah Ta’ala:
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Ayat pertama menunjukkan penetapan hakikat sihir dengan dalil firman Allah Ta’ala (وجاءوا بسحر عظيم ). Ayat kedua menetapkan bahwa sihir itu hakiki, sekiranya sihir tersebut memungkinkan untuk dapat memisahkan antara seorang suami dengan istrinya, serta menimbulkan permusuhan dan perpecahan di antara keduanya. Oleh karenanya, ayat tersebut menunjukkan pengaruh dan hakikat sihir. Ayat ketiga menetapkan adanya bahaya dari sihir, meskipun sihir itu sendiri berhubungan dengan kehendak Allah. Ayat keempat menunjukkan besarnya pengaruh sihir,  sehingga kita diperintahkan untuk senantiasa meminta perlindungan kepada Allah swt. dari kejahatan dan niat buruk penyihir yang berupa tiupan pada tali-tali atau semacam santet.

d)       Para ulama berpendapat dengan apa yang telah diriwayatkan, bahwa Yahudi pernah menyihir Nabi saw. sehingga beliau merasakan sakit selama beberapa hari. Kemudian Jibril mendatangi beliau dan berkata: Sesungguhnya seseorang dari kaum Yahudi telah menyihirmu. Dia mengikatkan sejumlah ikatan kepadamu di beberapa sumur. Kemudian Nabi saw. melepaskan ikatannya, mengeluarkan dan mengurai sihir tersebut (sihir itu pun terlepas secara spontan). Kemudian Nabi saw. sehat seperti sedia kala.

TARJIH (Penguaatan salah satu indikator dalil untuk diterapkan)

Dari pemaparan beberapa dalil, dapat kita lihat bahwa apa yang ditetapkan oleh jumhur al-ulama merupakan dalil yang paling kuat. Sihir memiliki hakikat dan pengaruh pada jiwa seseorang. Menjadikan adanya kebencian antara pasangan suami-istri dan memisahkan seseorang dengan keluarganya. Sebagaimana telah ditetapkan di dalam  al-Quran al-Karim bahwa sihir memiliki pengaruh. Seandainya sihir tidak  memiliki pengaruh, maka tidak ada perintah di dalam al-Qur’an untuk meminta perlindungan dari keburukan tiupan-tiupan pada tali atau semacam santet. Sihir seperti ini biasanya meminta bantuan mistik syetan (kepada arwah jahat), sehingga kita mengakui bahwa sihir memiliki pengaruh dan bahaya. Namun hal tersebut (sihir) tidak akan sampai kepada seseorang kecuali dengan izin Allah. Itu lah salah satu sebab konkret, bahwa sesuatu akan terjadi karena kehendak Dzat pencipta sebab, yakni Allah, Tuhan semesta alam.


Adapun pendapat Mu’tazilah, yakni kesamaan antara mukjizat dan sihir, ketika kita (jumhur al-ulama) sudah menetapkan bahwa sihir mempunyai hakikat, maka hal ini kita bantah: Bahwasannya sungguh jelas perbedaan antara keduanya. Mukjiat para Nabi mempunyai hakikat yang mana dzahir dan batinnya sama. Setiap kali Anda mencermati dan merenungkannya, semakin bertambah pengetahuan dan keyakinan (keimanan) yang mendalam pada kebenaran mukjizat tersebut. Adapun sihir, dzahirnya berbeda dengan batinnya. Bentukna pun berbeda dengan hakikatnya. Hal tersebut dapat diketahui dengan penelitian dan penyelidikan. Oleh karena itu al-Qur’an al-Karim menetapkan bahwa para penyihir, mereka lah yang menjadikan manusia takut dan mereka mendatangkan sihir yang besar. Sesungguhnya apa yang mereka datangkan hanyalah sebatas halusinasi dan khayalan. 

Dosen: U. Thohirin, Lc, MA
By: Arman, Icha, Ady & Ima

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS