Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Bu, Mau Masuk Surga

 



Suatu hari, ketika seorang guru TK sedang duduk di belakang mengawasi murid-muridnyanya yang sedang mewarnai, ia berpindah posisi karena kakinya pegal. Anak di depannya tiba-tiba menoleh ke belakang.


"Bu, sayang Ibu."


Ibu guru tersenyum simpul, "Iya, sesama manusia kan saling menyayangi, ya, Jay." 


Beberapa menit kemudian, anak itu menoleh lagi. "Ibu, mau masuk surga."


"Iya, anak baik insyallah masuk surga. Ajay jadi anak baik ya, tidak lari-larian dan naik-naik ke atas meja."


Si kecil pun mengangguk mantap, lalu kembali mewarnai. Sementara Ibu guru tersenyum, hatinya ikut diwarnai hari itu. 


Saat jam istirahat tiba, ia menghampiri Ibu guru sambil membawa sesuatu di tangannya.


“Ibu… ini buat Ibu.”


Sebungkus Choki-Choki stik berpindah tangan.


Ibu guru tersenyum kaget.

Hari itu, bukan cuma jam istirahat yang manis—hati Ibu guru juga ikut dilembutkan.


💛😊

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Iseng Bikin Video Shopee, Kok Bisa Cuan? Ini Cerita & Strateginya

 Bismillahirrahmaanirrahiim


Affiliate lewat video Shopee itu kuncinya bukan cuma produk, ya Gaiss, tapi cara narik klik + trust. Aku ringkas step-by-step yang terbukti dipakai affiliator cuan, ya. 👇


1️⃣ Pilih produk yang “mudah kepancing”

Jangan semua produk dipromosiin.

Fokus ke produk: ✅ Harga < Rp100.000 (impulse buy - beli spontan tanpa rencana - orang tadinya gak niat belanja, tapi karena lihat videomu… 👉 “eh kok kepengen ya” → langsung klik & beli 😄)

✅ Banyak problem (skincare, alat rumah, bayi, dapur)

✅ Rating 4.8+ & terjual ribuan

✅ Komisi ≥10% (atau nominalnya masuk)

💡 Ingat: murah + kepake = gampang closing


2️⃣ Hook 3 detik pertama (WAJIB)

Orang scroll cepet. Kalau 3 detik awal gak “nyentil”, skip.


Contoh hook yang works:

“Kenapa aku nyesel baru nemu ini sekarang…”

“Stop beli yang mahal, ini versi murah tapi works”

“Buat kamu yang punya masalah ___, wajib nonton ini”


❌ Jangan buka dengan:

> “Halo guys, hari ini aku mau review…”


3️⃣ Jangan review, tapi ceritakan MASALAH

Rumus video affiliate Shopee:

MASALAH → SOLUSI → BUKTI → CTA (Call To Action-kalimat ajakan supaya orang melakukan sesuatu)


Contoh:

Masalah: “Bibir aku kering parah tiap pagi.”

Solusi: “Aku pakai ini sebelum tidur.”

Bukti: close-up hasil / tekstur / before-after


CTA: “Link aku sematin, cek sebelum habis.”


👉 Orang beli karena merasa relate, bukan karena spesifikasi.


4️⃣ Tunjukin wajah (personal branding)

Ini penting banget 👇

Video ada wajah → trust naik → klik naik → komisi naik.


Gak perlu cantik/ganteng, yang penting:

•ekspresi jelas

•ngomong natural

•jujur (plus minus disebut)


Shopee lebih dorong akun yang “real human”. Tapi, ini balik lagi ke si affiliator or kreator video-nya, barangkali memang berat banget rasanya buat munculin wajah, kudu cari cara lain, ya. 

Hmm, yang kira-kira menarik itu seperti apa, bagaimana. Balikkan saja posisinya, kalau kamu yang sedang menonton video, poin apa saja yang sekiranya dibutuhkan dan bikin kamu tergugah untuk membeli, atau bahkan menonton videonya berkali-kali (lah, jadi penikmat video tapi gak belanja kali, ya 🤭).


5️⃣ Durasi ideal & format

📌 Durasi: 20–45 detik

📌 Format: portrait 9:16

📌 Tambahin teks di layar (karena banyak nonton tanpa suara)


Contoh teks:

“Murah tapi kepake”

“Affiliate jujur”

“Aku pakai sendiri”



6️⃣ CTA jangan lemah

Jangan cuma: ❌ “Link di bawah ya”


Pakai: ✅ “Aku sematin link-nya, jangan scroll dulu.” ✅ “Klik keranjang kuning sebelum kehabisan.” ✅ “Yang lagi butuh, cek link sekarang.”


CTA = pemicu klik = komisi.


7️⃣ Konsisten & kuantitas dulu

Awal-awal: 📌 1–3 video per hari

📌 Ulang produk yang sama dengan angle beda

📌 Jangan hapus video sepi (bisa naik belakangan)


Shopee itu snowball:

akun kecil → konsisten → tiba-tiba 1 video meledak.


8️⃣ Mindset penting biar cuan

❌ Jangan mikir: “kok aku gak laku-laku,” ✅ Pikir: “video mana yang bisa aku perbaiki.”


Affiliate itu game konten, pemirsahhh, bukan keberuntungan. 


Baiklah, kurang lebihnya seperti itu, ya. Aku juga buat video di Shopee berawal dari iseng, atau senang karena paketan belanjaan aku sudah sampai lalu aku buat video, deh. Ada juga yang sengaja aku buat video dengan tautan produk tertentu yang mau aku beli sendiri. Waktu itu aku buat video jajan/cemilan dan link-nya aku klik sendiri lalu aku checkout. Aku manfaatin gratis ongkir dari video yang aku buat. Minimal pembelanjaan Rp. 10.000 kalau nggak salah. Malas aku cari video orang, jadi, jajan aku yang tinggal sedikit aku videoin, lalu tambahkan link barang biar bisa aku klik. Video sembarang banget waktu itu, mah.

Nah, ini contoh video aku ala-ala sobat ngunyah amatiran đŸĒ„Klik ini deh!





Ekhemm! Kalau ini contoh video yang views-nya lumayan cetar, sih (bagiku yang masih butuh banyak belajar)🤭  đŸĒ„Klik lagi boleee

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bertumbuh Bersama


(Dua Nama, Satu Doa)



Malam itu hujan turun pelan, seolah langit sengaja merendahkan suaranya. Di sebuah rumah sederhana, dua tangis bayi terdengar hampir bersamaan—satu lembut, satu tegas. Mereka lahir sebagai kembar.

Ayah mereka mengumandangkan azan dan iqamah, lalu berbisik penuh harap,
“Namamu Muhammed Akyas Syarif,”
dan pada tangis yang lebih lirih,
“Dan kamu Syarifha Neyra Ismaya.”

Sejak kecil, keduanya berbeda.

Akyas tumbuh dengan tatapan tenang. Ia jarang bicara, namun sekali berkata, ucapannya tertata. Ia lebih sering mengamati sebelum bertindak. Jika terjadi perselisihan, dialah yang pertama menenangkan.

Syarifha adalah cahaya kecil di rumah itu. Senyumnya mudah muncul, kehadirannya membuat suasana hangat. Ia peka pada perasaan orang lain, cepat menyadari jika ada yang sedih, dan tanpa diminta, duduk menemani.

Orang-orang sering berkata,
“Yang satu menenangkan pikiran, yang satu menenangkan hati.”

Ketika mereka beranjak dewasa, perbedaan itu semakin jelas.

Akyas belajar menimbang sebelum memilih. Ia percaya bahwa kecerdasan sejati adalah mampu menjaga diri dari tergesa.

Syarifha belajar menyinari tanpa menyilaukan. Ia percaya bahwa kebaikan tidak harus diumumkan.

Suatu hari, mereka dihadapkan pada pilihan sulit. Jalan yang mudah terbuka lebar, tapi menyisakan keraguan. Jalan yang benar terasa sempit, namun menenangkan.

Akyas berkata pelan,
“Yang benar mungkin berat, tapi tidak akan mengkhianati hati.”

Syarifha mengangguk,
“Kalau begitu, kita pilih yang membuat kita tetap menjadi diri sendiri.”

Mereka melangkah bersama—bukan untuk menjadi yang paling terlihat, tetapi untuk tetap setia pada nilai yang ditanamkan sejak nama itu disematkan.

Di mata orang lain, mereka hanya dua saudara kembar.

Namun bagi mereka yang mengenal lebih dekat,
Akyas adalah kebijaksanaan yang menjaga,
Syarifha adalah cahaya yang menuntun.

Dan di rumah sederhana itu, orang tua mereka sering berdoa dalam diam:
semoga anak-anak ini tumbuh bukan untuk menguasai dunia,
melainkan menjaganya dengan akhlak dan kasih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS