Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Persiapan Sebelum Menghadapi Ujian



بسم الله الر حمن الر حيم ____ *•.¸•**•.¸•**•… 


            Dalam kancah pendidikan, kita tidak akan pernah bisa lepas untuk menghadapi ujian pelajaran yang sudah menjadi kurikulum disetiap tingkat pendidikan masing-masing. Lantas, apakah persiapan yang urgen dan lazim dalam menghadapi ujian pelajaran?


            Sesungguhnya perkara yang terpenting adalah kita harus memantapkan pengetahuan-pengetahuan yang kita peroleh di dalam ingatan hati dan otak, kita yakin bisa memperoleh faedah-faedah dan memanfaatnya, begitu juga mengetahui bahwa fan ilmu yang sedang kita pelajari ini akan bermanfaat bagi kita dalam kehidupan bermasyarakat. Kita harus mengikat ilmu dan mengkaitkannya dengan amal, adab, taqwa dan akhlaq terpuji. Apabila tidak demikian, maka sesungguhnya ilmu yang sudah kita peroleh tersebut tidak akan memberi manfaat dunia dan akhirat (ilmu tanpa adanya amal bagaikan sebatang pohon yang tak berbuah). Maka harus dengan kesungguhan dan ijtihad dhohiron wa batinan untuk mencapai puncak dari sebuah tujuan.

              Man jadda wajada “siapa yang bersungguh – sungguh, maka ia akan mendapatkannya”. “barangsiapa yang berjalan menuju pintu tujuannya, niscaya ia akan sampai biidznillah”.

Muroja’ah ( mengkaji ulang pelajaran) & Mudzakarah ( mempelajari dan menghafal )


            Sayogyanya bagi para penuntut ilmu  untuk mengetahui perkara – perkara yang memberikan manfaat sebelum dan saat muroja’ah atau mudzakarah, antara lain :

1.     Tanamkan niat sholihah, menuntut ilmu yang semata-mata mencari ridho Allah SWT.

Sebelum memuroja’ah pelajaran, hendaklah membaca :



( نَويتُ التعـلُمَ والتعـليمَ والنفْعَ والإنتِـفاعَ والمُذاكرةَ والتذكـيرَ والإفادةَ والإستفادةَ والحَثّ على التمَـسّك بكـتابِ اللهِ وبسُنةِ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم ).

Ataupun membaca niat muroja’ah pelajaran dengan lafadz dari al imam al habib Abdullah bin ‘alawi al haddad, sebagai berikut :



نيّات التعلّـم والتعــليم للإمام الحــدَّاد :

( الحمدُ لله ربِّ العالمين، نويتُ التعــلّـمَ والتعــلـيمَ، والتذكُّــرَ والتذكـيرَ، والنفْـعَ والانتفاعَ، والاِفادةَ والاستفادة، والحَثَّ على التمـسُّـك بكِتابِ اللهِ وسُـنةِ رسولهِ، والدُّعاءَ إلى الهُدَى، والدَّلالةَ على الخَيْرِ، ابتِغاءَ وجْهِ اللهِ ومَرْضاتِه وقرْبِهِ وثوابِهِ سُبْحانَهُ وتَعالَى )



2.     Muroja’ah dan membaca pelajaran dengan tidak disertai perut yang kenyang akan makanan, karena muroja’ah dengan perut yang kosong itu akan lebih mempermudah masuk dan tetapnya hafalan diotak.

3.     Muroja’ah dan mudzakarah ditempat – tempat yang jauh dari suara kebisingan dan tempat bermain yang menggangu.

4.     Muroja’ah disertai konsentrasi dan mengulang pelajaran sampai menetap diotak.

5.     Muroja’ah pada waktu malam hari sebelum tidur, dan tidak begadang malam.

6.     Muroja’ah tanpa disertai rasa takut dan gelisah, dan percaya kepada Allah SWT dengan pertolongan-Nya.

7.     Muroja’ah dan membaca point pelajaran yang lebih utama dan yang lebih diperlukan.

8.     Muroja’ah dengan tanpa terlalu menguras fikiran dan tanpa istirahat, tetapi harus bisa mengatur waktu untuk mengistirahatkan fikiran, hati dan jasmani.

9.     Muroja’ah disertai dengan menjaga keta’atan beribadah dan menunaikan kewajiban.

10.  Muroja’ah disertai membaca do’a setelah menela’ah :



( اللّهمّ إني أسـتودِعُـك ما قرَأتُ وما حَفِظت وماتعَـلّمْت فرَدَّهُ إليَّ عند احْتِياجيإليه ولا تُنسِـنِيهِ ياربَّ العالمينَ ، لا إله إلا أنتَ ذكِّرْنِي ما نُسِيتُ وعـلِّمْني ما جَهِـلتُ )



Saat menghadapi test :

            Selalu mengingat Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya. Hadapilah pertanyaan-pertanyaan ujian dengan tanpa keraguan, mulailah mengerjakan satu demi satu pertanyaan yang terlihat lebih mudah dan menguraikannya dengan jawaban yang dimaksud secukupnya tanpa bertele-tele dan teledor, dan sebutkanlah jawaban penting yang menjadi pokok permasalahan.



Ketika lembar ujian berada ditangan, bacalah :

( ربِّ اشـرَحْ لي صَدري ويـسِّر لِي أمري واحْلل عُقدةمِن سُؤالي )

Dan ketika menjumpai soal yang sulit, bacalah :

( اللهم لا سَهْلَ إلا ما جَعـلتـَه سهْــلاً وأنتَ تجعـلُ الحـزَن إذا شـئتَ سَهْلا )

Kami mengingatkan kepada pemuda - pemudi islam, dalam perihal yang berkaitan setelah menghadapi ujian dan keluar dari ruangan test :


            Sayogyanya bagi para pemuda-pemudi islam agar sepenuhnya menjaga tata karma pada saat keluar dan berjalan setelah menghadapi ujian. Sungguh tidak pantas untuk berteriak-teriak disepanjang perjalanan, dan juga bertingkah laku kurang sopan hingga menjadi penyebab kemacetan kendaraan dengan pawai-pawai memamerkan kendaraan di jalan raya. Ini merupakan ‘aib besar yang bukan termasuk dari akhlak para generasi islam dan bukan pendidikan yang diajarkan agama islam.


            Bertaqwa dan malulah sepenuhnya kepada Allah SWT yang maha suci, Dia yang maha agung, yang maha menyaksikan dan mengetahui apa-apa yang ada dihati kalian. Dia sang maha pencipta dan penyayang, janganlah kalian membuat murka di sisi-Nya dengan buruknya tata karma dan akhlaq yang tercela. Keberhasilan yang sejati bukanlah kesanggupan dalam memecahkan rangkaian pertanyaan begitu saja, melainkan keberhasilan dalam menjaga tata karma, amal baik, akhlaq terpuji dan ketaqwaan.Inilah sebuah keunggulan dan keistimewaan.


            Ketahuilah bahwa kalian adalah para generasi islam, realisasikanlah keislamanmu dengan adab dan taqwa kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwasanya akhlaq-akhlaq tercela yang terkadang dilakukan oleh sebagian pemuda dan pemudi, seperti halnya melakukan pelanggaran, memperlihatkan aurat-aurat, menyakiti sesama muslimah, bergerak dan berjalan melenggang berayun ke kanan ke kiri tanpa ada rasa malu disertai cekakaan. Tidak lain lagi semua itu adalah ajaran orang kafir, munafik, bodoh dan ahli pemecah belah umat islam. Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk menjauhi sifat-sifat buruk tersebut, karena perilaku tersebut merupakan ‘aib besar dan tercela pada jatidiri seorang muslim dan muslimah.


Ya ikhwani, mulailah saling menasehati sesama saudara, teman ataupun orang lain yang kalian kenal dan ajarkan lah tentang akhlaq yang terpuji. Lalu contohkan tata krama disetiap gerakan dan perkataan dalam semua perbuatan dan tingkah laku. Islam adalah sebaik – baiknya agama, yang dibawakan oleh junjungan agung baginda nabi Muhammad SAW. Barangsiapa yang melanggar dan menentang aturan ajaran agama islam, sesungguhnya Allah SWT yang maha mengawasinya, Allah SWT tidak akan memberikan taufiq-Nya untuk sebuah keberhasilan, dan tentulah ia kelak akan menyesal dan merugi dihari kiamat dengan penuh penyesalan dan kerugian, naudzubillah.


Kami mengingatkan bagi para penuntut ilmu untuk menghormati dan menjaga kitab atau buku pelajaran yang akan diujiankan, janganlah membuang buku atau kitab yang berisi ayat al qur’an dan hadits nabi dijalanan sembarangan. Barangsiapa yang melakukan demikian bertaqwalah kepada Allah SWT, karena itu termasuk perbuatan dosa yang besar.

Kami memohon semoga Allah SWT memberikan taufiq-Nya kepada kalian dalam keberhasilan, dan memberikan kemudahan dalam menghadapi ujian – ujian.



Manfaatkan potensi diri

            Allah SWT menciptakan manusia dengan mengkaruniakan jasad, akal dan hati yang merupakan 3 potensi diri yang harus selalu dibangun dan dijaga demi kelangsungan kehidupan. Sungguh mustahil jika kita mengharapkan sebuah hasil yang berbeda dengan cara yang masih sama, apabila kita mampu memanfaatkan potensi diri dengan benar, kelak bisa merubah nasib dengan cara yang berbeda. Sebagai penuntut ilmu, pandai – pandailah mencari posisi untuk mencapai kesuksesan melalui potensi diri. Jagalah kesehatan jasad yang memberikan energy belajar dengan gaya hidup yang sehat, latihlah potensi akal dengan daya fikir tinggi untuk selalu berkarya, dan cerahkanlah hati dengan zikir illahi yang memberikan kekuatan spiritual.

Dalam proses pembelajaran, tentunya kita memerlukan motivasi diri baik intern ataupun ekstern demi sebuah kemajuan, karena motivasi – motivasi itulah yang mampu memberikan kita kekuatan dalam menjalani lika – liku menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita masa depan. Ada beberapa faktor pendorong kemajuan yang setidaknya perlu kita tanamkan sejak kini, antara lain :

1.     Karena bertemu Allah SWT. Perjalanan hidup yang sedang kita jalani ini tak lain hanya mempunyai satu maksud yaitu mengabdikan diri sebagai hamba Allah SWT. Mencari ilmu itu bukanlah untuk mengabdikan diri kita kepada orang lain dengan berlomba-lomba memperoleh nilai tinggi, syahadah ataupun jabatan semata, melainkan agar ilmu kita benar-benar diniatkan untuk mengabdikan sepenuhnya kepada Allah SWT dengan pengabdian yang ikhlas.

2.     Karena untuk Indonesia. Berjihad bagi para penuntut ilmu itu bukanlah ikut berangkat mengangkat senjata melawan Israel dan amerika, bukan pula mengikutsertakan diri berkecimpung dalam dunia politik negara untuk memberantas pelaku korupsi, namun berjihad yang sebenarnya bagi kita adalah mencurahkan waktu yang kita miliki untuk fokus mencari ilmu demi memajukan tanah air tercinta. Ketahuilah bahwasanya kepemimpinan itu tidak hanya berada ditangan presiden saja, tetapi kita sendiri pun bertanggung jawab menjadi pemimpin buat diri sendiri. Jangan sia – siakan begitu saja kesempatan yang ada ditangan ini, karna sedetik masa muda yang telah berlalu itu tak akan pernah terulang kembali lagi.

3.     Karena keluarga, kerabat, sahabat dll. Orang - orang tercinta yang berada disekitar kita  itulah yang selalu memberikan spirit dan energi untuk belajar bagaimana kita bisa membuka mata, akal dan hati. Belajar bagaimana untuk bisa memberi dan menerima atas nikmat yang Allah SWT anugerahkan. Karena perlu kita sadari pula bahwa perjalanan hidup ini adalah peluang memberi, dan nanti setelah meninggal hanya akan ada peluang menerima. Mumpung kita masih diberi nyawa di dunia, kini mulailah belajar bagaimana caranya untuk memberi semampu kita, entah itu memberi dengan harta, tenaga, ilmu, jasa, ataupun sekadar senyuman. Whatever you do, insyallah ada nilai barakah.



Do the Best

Do’a + tawakal

Sukses

Ilmu + skill

Kemauan tinggi

Usaha maksimal
 




I will do my best and Allah will do the rest



Mencari ilmu itu merupakan sebuah amal ibadah yang paling utama. Sungguh mulianya orang yang sedang mencari ilmu, hingga para malaikat pun bersedia mengepakkan sayapnya untuk melindungi para penuntut ilmu dan ikan lautan sampai benda-benda yang berada didaratan pun rela mendo’akan mereka yang bersungguh-sungguh dalam belajar karena mencari ridha Allah SWT. Kita harus meyakinkan dalam hati bahwa Allah SWT pasti akan memberikan jalan keluar pada setiap rintangan yang menghadang, karena dibalik kesusahan pasti terdapat kemudahan yang tersimpan didalamnya. Taufiq dan rahmat Allah SWT akan selalu tercurahkan jika kita mempunyai himmah yang tinggi untuk beramal sholeh  dan menunaikan kewajiban dengan ikhlas, istiqomah tanpa putus asa.


Kenyataan yang kita hadapi, dalam proses belajar pun pasti ada kendala – kendala yang menjadikan kita belum bisa melakukan usaha yang maksimal dalam belajar. Hambatan yang sering kita jumpai dalam belajar itu seperti halnya: malu tidak berani untuk bertanya, manja gampang putus asa, malas tidak memanfaatkan peluang dan mengeluh murung tidak semangat. Solusi itu semua ada pada diri kita sendiri, kita sendiri yang menentukan masa depan itu akan cerah atau suram tak berwarna. Untuk itu, kini pandai-pandailah memimpin dan memotivasi diri sendiri demi secercah harapan masa depan.

Inilah kenyataannya :

1.     Kita masih melakukan sesuatu yang seharusnya kita tinggalkan

2.     Kita belum melakukan sesuatu yang seharusnya kita kerjakan

3.     Kita sudah melakukan apa yang sepatutnya kita kerjakan, tetapi kita tidak melakukannya 100% dengan usaha yang maksimal. 


            Marilah kita saling menasehati dan memotivasi agar ikatan kasih sayang itu semakin erat, saling memahami dan menghormati agar ukhuwwah islamiyyah itu tidak mudah terputus, dan saling mempercayai dan mengasihi agar ikatan batin itu saling terbangun dan terjaga.


            Apabila dalam perjalanan mencari ilmu ini sudah kita usahakan dengan maksimal, memohonlah kepada sang maha pencipta agar memberikan hasil yang terbaik. Ingatlah, bahwa Allah SWT pun tidak akan mengabulkan do’a apabila kita belum menunaikan usaha untuk belajar dengan kesungguhan. Ibaratkan saja kita datang ke tukang sepuh membawa sebatang besi, kita meminta kepada tukang sepuhnya untuk menyepuhkan besi tersebut. Lantas apakah mungkin besi itu akan disepuh oleh sang tukang begitu saja? Jawabnya tidak, karena kita hanya memberikan sebatang besi tanpa ‘emas’ yang dipakai untuk menyepuh. Sama halnya ketika kita datang menghadap Allah SWT memohon agar memberikan keberhasilan dalam belajar, tetapi kenyataannya belum ada emas yang berupa usaha maksimal yang kita kerjakan. Do’a yang kita panjatkan itu tidak akan ada artinya sama sekali tanpa adanya iringan usaha, usaha dan usaha. 
Manfaatkan  dengan baik kesempatan yang tersisa untuk menghadapi ujian and no sks. Kurangi waktu bermain-main yang biasa terbuang sia-sia begitu saja, belajar belajar dan belajar dengan fokus. Belajar itu bukan karena ujian, tetapi karena kita akan menghadapi ujian maka kita harus selalu belajar.

Sekian, salam chayoo sobat.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar