Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Kumpulan Gaya Bahasa



*•.Bismillahirrahmaanirrahiim,,, .•*

KUMPULAN GAYA BAHASA
Berikut Kumpulan gaya bahasa (majas) yang dipakai dalam Bahasa Indonesia:
 

1. Metafora adalah :
Gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda yang lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh :
a. Semangatnya membaja untuk mencapai cita – cita.
b. Buku adalah gudangnya ilmu.

2. Personifikasi adalah :
Gaya bahasa yang membandingkan benda mati tak bergerak seolah – olah bernyawa dan dapat berpindah seperti manusia .
Contoh :
a. Angin berbisik membelai rambut anak gadis itu.
b. Ombak berkejaran menuju pantai yang indah itu.

3. Asosiasi adalah :
Gaya bahasa perbandingan yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan dan sifatnya.
Contoh :
a. Mukaknya pucat bagai mayat.
b. Hatinya yang lembut bagaikan sutera sangat mengesankan.

4. Metonomia adalah :
Gaya bahasa menggunakan sebuah nama yang berasiosiasi dengan suatu benda dan dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud.
Contoh :
a. Ayah naik kijang ke kantor (mobil).
b. Saya disuruh Paman membeli gudang garam (rokok).

5. Tropen adalah :
Gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan suatu pekerjaan/ perbuatan dengan kata – kata lain yang mengandung pengertian sejalan.
Contoh :
a. pikirannya melambung dibawa angan – angan.
b. Sudah seminggu ia bertapa di kamarnya.

6. Simbolik adalah :
Gaya bahasa kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda – benda sebagai simbol atau perlambang.
Contoh :
a. Warna putih lambang kesucian.
b. Warna hitam lambang kedukaan.

7. Alegori adalah :
Gaya bahasa yang mengungkapkan beberapa perbandingan yang bertaut satu dengan yang lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
Contoh :
a. Setiap insan di dunia ini akan mengalami topan dan badai dalam kehidupan
b. Mari kita bersama mendayung bahtera hidup.

8. Eufemisme adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan sepatah kata untuk menggantikan kata lain agar terdengar lebih sopan.
Contoh :
a. Bu, izinkan saya ke belakang sebentar.
b. Maklumlah, anak itu kurang pikiran.

9. Alusio adalah :
Gaya bahasa kiasan yang menggunakan peribahasa atau ungkapan –ungkapan yang isinya sudah umum.
Contoh :
a. Kelakuan ayah dan anak itu setali tiga uang.
b. Kasihan dia , sudah jatuh dihimpit tangga pula.

10. Antonomasia adalah :
Gaya bahasa yang menanami atau memanggil seseorang bukan dengan nama asli tetapi dengan nama panggilan yang disebabkan ciri atau sifat yang dimiliki orang tersebut.
Contoh :
a. Tak sudah –sudahnya si gemuk itu makan.
b. Ke mana si Sombong itu sekarang ?

11.
Perifrasis adalah :
Gaya bahasa penguraian sepatah kata diganti dengan serangkaian kata yang mengandung arti yang sama.
Contoh :
a. Kapal padang pasir itu bergerak perlahan – lahan.
b. Jangan mempertuhan harta benda.

12. Hiperbola adalah :
Gaya bahasa perbandingan yang dipakai untuk melukiskan suatu peristiwa secara berlebih – lebihan.
Contoh :
a. Hatiku terbakar mendengar berita itu.
b. Suaranya yang keras itu membelah angkasa.

13. Litotes adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata – kata yang berlawanan artinya dengan yang dimaksud si pembicara, dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh :
a. Mudah – mudahan saudara mau mendengarkan nasihatku yang tidak berarti.
b. Siapakah yang akan tertarik melihat wajahku yang buruk ini.

14. Sinekdokhe : terbagi atas 2 bagian
- Pras Prototo adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian dari suatu benda tapi yang dimaksud benda itu seluruhnya.
Contoh :
a. Sudah seminggu aku tidak melihat ujung hidungnya.
b. Ibu membeli tiga ekor ayam.
- Totem Proparte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan suatu benda tetapi yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh :
a. sekolah memenangkan hadiah pertama.
b. Kaum putri memperingati hari Kartini.

15. Ironi adalah :
Gaya bahasa sindiran yang dikatakan sebaliknya dari kejadian yang sebenarnya dengan maksud menyindir secara alus.
Contoh :
a. “Rajin bener engkau belajar”, kata ibu kepada anaknya yang sedang membaca komik.
b. Sedikit sekali makanmu. (yang dimaksud banyak).

16. Sinisme adalah :
Gaya bahasa sindiran yang lebih kasar daripada ironi yang dikatakan umumnya kejadian yang sebenarnya, atau dapat juga yang dikatakan sebaliknya dari kenyataan tetapi dengan nada yang lebih kasar.
Contohnya :
a. Benci aku melihat mukamu yang buruk itu.
b. Kelakuanmu betul – betul kurang ajar.

17. Sarkasme adalah :
Gaya bahasa sindiran yang sangat kasar dan menggunakan kata – kata yang tidak sopan berisi maki – makian.
Contoh :
a. Hai, berkacalah kau monyet!
b. Setan, belum juga kau pergi dari sini !

18. Peonasme adalah :
Gaya bahasa penegas yang mempergunakan kata- kata yang sebenarnya tidak perlu dipakai lagi sebab makna kata yang disebutkan itu sudah terdapat pada kata sebelumnya.
Contoh :
a. Diliriknya aku dengan matanya yang indah itu.
b. Dengan bangga ia maju ke depan untuk menerima piala yang akan diberikan kepadanya.

19. Repitasi adalah :
Gaya bahasa yang mengulang sepatah kata beberapa kali untuk menegaskan arti. Gaya bahasa repitasi sering dipergunakan dalam pidato.
Contoh :
a. Semua orang menginginkan kebebasan, semua orang menginginkan Kemerdekaan, dan semua orang juga menginginkan Perdamaian.
b. Tuhanlah tempat kita mengeluh, Tuhanlah tempat kita mengadu dan Tuhanlah tempat kitya meminta pertolongan.

20. Tautologi adalah :
Gaya bahasa penegasan yang mengulang sepatah kata atau yang bersinonim secara berturut- turut dalam sebuah kalimat.
Contoh :
a. Sekali kukatakan tidak, tidak !
b. Tetapi janjimu, jangan selalu mundur, mundur saja !

21. Paralisme adalah :
Gaya bahasa yang mengulang sepatah kata beberapa kali untuk menegaskan dan dipergunakan dalam puisi.
Gaya Paralelisme terebagi atas :
- Paralelisme anaphora yaitu gaya bahasa pengulangan kata- kata yang terdapat pada awalan kalimat.
Contoh :
a. Kami ingin kasih.
Kami ingin cinta.
Kami ingin belaianmu, mama.
b. Cinta itu buta.
Cinta itu indah.
Cinta itu penuh pengorbanan.
Cinta itu penuh kebahagiaan.
- Paralelisme epifora yaitu gaya bahasa pengulangan kata- kata
Yang terdapat pada akhir kalimat.
Contoh :
a. Kalau kau mau, akan datang.
b. Jika kau hendaki, aku akan datang.
Bila kau minta, aku akan datang.

22. Klimaks adalah :
Gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal atau kejadian secara berturut- turut makin lama makin menghambat.
Contoh :
a. Jangan seribu atau sepuluh ribu, seratus ribu pun aku sanggup
Membeli barang itu.
b. Jangankan gunung fujiyama gunung Himalaya pun akan ku daki.
c. Dari kecil sampai dewasa dan sampai setua ini belum juga kau mengubah kebiasaan buruk itu.

23. Antiklimaks adalah :
Gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal atau kejadian secara
Berturut- turut tetapi makin lama makin menurun.
Contoh :
a. Kakeknya, ayahnya, dan ia sendiri hidup dalam kemiskinan.
b. Di gedung – gedung, di rumah- rumah, bahkan di gubuk- gubuk reotsang Merah Putih berkibar pada hari ulang tahun Kemerdekaan itu.
c. Jangankan seribu seratus perak pun aku tak punya.

24. Retoris adalah :
Gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya tidak bertanya dengan tujuan untuk mengejek atau menyatakan kesangsian.
Contoh :
a. Siapakah yang mau dihina dan dijajah ?
b. Mana mungkin orang mati hidup kembali ?
c. Siapa yang melarang kita berbuat bijak ?

25. Elips adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips yaitu tidak menyebutkan predikat atau subjeknya karena dianggap sudah diketahui.
Contoh :
a. Kalau itu belum jelas akan kuceritakan sekali lagi.
b. Rasailah bekas tanganku.

26. Inversi adalah :
Gaya bahasa yang mempergunakan kalimat inversi bila dalam kalimat predikat lebih dipentingkan daripada subjek, maka predikat diletakkan didepan subjek.
Contoh :
a. Cantik sekali wajahnya.
b. Belajarlah ia dengan sungguh- sungguh.
c. Larilah mereka setelah melihat musuhnya.

27. Koreksio adalah :
Gaya bahasa yang dipergunakan untuk membetulkan kalimat yang salah diucapkan baik sengaja maupun tidak.
Contoh :
a. Mari kita pulang, eh maaf mari kita berangkat.
b. Telingaku pusing, eh salah kepala yang pusing.
c. Hari ini dia sakit ingatan, eh maaf maksud saya sakit kepala.

28. Eklamasio adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru untuk penegasan.
Contoh :
a. Wah , bagusnya lukisanmu!
b. Ah, bidikanmu sungguh jitu!
c. Amboi, indah sekali pemandangan disini!

29. Interupsi adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata sisipan di tengah – tengah kalimat untuk menjelaskan suatu kata yang kurang jelas dalam kalimat . Biasanya bagian sisipan ditulis dalam kurung atau diapit tanda pemisah.
Contoh :
a. Ia takut – sebetulnya malu – datang ke rumahku.
b. Ia – laki- laki yang berkumis itu – menggangguku setiap hari.
c. Tiba – tiba Ia – suami itu direbut orang lain.

30. Asidenton adalah :
Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal, keadaan atau benda secara berturut – turut tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh :
a. Jiwanya, pikirannya, hartanya disumbangkan untuk merebut kemerdekaan .
b. Surat kabar, majalah, buku –buku semakin habis dirobek-robek adik.
c. Kemeja, sepatu, kaos kaki dibelinya di toko itu.

31. Polisidenton adalah :
Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal atau kejadian secara berturut – turut dengan diselingi kata penghubung.
Contoh :
a. Sehabis mandi Didi makan, kemudian mengambil sepeda, lalu berangkat ke sekolahj.
b. Sebelum masuk ke dalam rumah maka ditinggalkannya sepatunya agar tidak mengotori lantai.

32. Praterio adalah :
Gaya bahasa yang seolah – olah pengarang atau pembicara menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu. Pembaca dibiarkan memikirkan atau mengungkapkan hal yang dirahasiakan itu .
Contoh
a. Peristiwa kelakuabn itu tak sanggup akui menceritakan.
b. Tak usah kuceritakan peristiwa itu nanti aku akan tahu juga.
c. Tentu kita sudah tau siapa pencuri itu.

33. Enumerasio adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan suatu peristiwa yang dilukiskan satu per satu sehingga seluruh peristiwa menjadi kesatuan yang tampak sangat jelas.
Contoh:
Laut tenang diatas pemandian biru itu terhampar. Perahu nelayan melancar Perlahan – lahan . Angin berhembus sepoi- sepoi basa. Bulan bersinar dengan terangnya. Di sana – sini bintang – bintang gemerlapan mengungkap lukisan keindahan alam.

34. Paradoks adalah :
Gaya bahasa yang terlihat sepintas lalu seolah- olahada pertentangan, tetapi jika diperhatikan lebih teliti ternyata tidak bertentangan karena objek yang diungkapkan berlainan.
Contoh :
a. Wajahnya buruj tetepi hatinya baik.
b. Ia miskin tapi hidupnya bahagia.

35. Antitesis adalah :
Gaya bahasa Pertentangan yang mempergunakan paduan kata yang berlawanan arti.
Contoh :
a. Pria wanita, kaya miskin mempunyai hak yang sama sebagai warga negara .
b. Tua muda, besar kecil, semuanya habis dibunuh penjahat itu.
c. Tinggi rendah derajatmu ditentukan oleh tindakanmu.

36. Kontridiks
Interminis adalah :
Gaya bahasa yang menguungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan disangkal kembali.
Contoh :
a. Sema siswa kelas dua naik kelas kecuali Hasan yang nakal itu.
b. Semua yang hadir pada pesta itu gembira, hanya Tina yang nampak Bermuram durja.
c. Semua murid kelas II hadir kecuali ani karena izin.

37. Parabel adalah :
Gaya bahasa yang mempergunakan perumpamaan dalam hidup. Gaya bahasa ini terkandung dalam seluruh isi karangan dengan halus tersimpul berupa pedoman hidup untuk menyampaikan kebenaran moral dan spiritual.
Contoh :
a. hidup ini sunyi bagai berada di dalam hutan.

38. Simile adalah :
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda dan sengaja kita anggap sama.
Cantoh :
a. Bagaikan pungguk merindukan bulan.

39. Refrase adalah :
Gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan beberapa nama/sebuah kalimat.
Contoh :
a. Kami baru sampai, ketika matahari terbenam.

40. Okupasi adalah :
Gaya bahasa yang mengandung bantahan tetapi kemudian diberi penjelasan.
Contoh:
a. Narkoba merusak kehidupan, itu sebabnya pemerintah mengawasi dengan keras. Tetapi si pecandu tidak dapat menghentikan kebiasaannya.

41. Resentia adalah :
Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan baik mengatakan sesuatu dengan tegas pada bagian tertentu.
Contoh :
a. Bagian bu, apa dia...

42. Leonasme adalah :
Gaya bahasa yang menyatakan pengalaman.
Contoh :
a. Nelayan itu mengarungi samudra luas.

43. Oksimaran adalah :
Gaya bahasa yang mengandung pendirian suatu hubungan sintasis antara dua antonim.
Contoh :
a. Olahraga menarik perhatian walaupun sangat berbahaya.

44. Klakmas adalah :
Gaya bahasa yang berisi pengulangan atau repetisi.
Contoh
a. Yang pintar mersa dirinya bodoh, yang bodoh merasa dirinya pintar.

45. Antanakklasis adalah :
Gaya bahana yang kata ulang sama dengan makna berbeda.
Contoh :
Buah bajunya lepas, sehingga buah dadanya kelihatan.

46. Paralipsis adalah :
Gaya bahasa yang dipergunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa sekarang tidak mengatakan apa yang tersirat pada kalimat itu.
Contoh :
a. Ibu guru seda ng memuji anak itu (maaf) yang saya maksud memarahi karena ia sering bolos

47. Inpusi adalah :
Gaya bahasa yang menarik perhatian dengan cara membalik susunan katanya.
Contoh :
a. Cantik bener gadis itu.

48. Fropin adalah :
Gaya bahasa yang mengatakan suatu benda ikut didalamnya.
Contoh
a. Kemarin presiden terbang ke Australia.

49. Anakhronisme adalah :
Gaya bahasa yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak disebutkan dalam sejarah.
Contoh :
a. Dalam karya julius cacsar “shakspeare menuliskan bahwa jam berbunyi tiga kali” hal ini bertentangan sebab saat itu belum ada jam.

50. Gradasi adalah :
Gaya bahasa yang mengandung suatu rangkaian atau urutan atau istilah yang secara sintaksis bersamaan/yang mempunyai satu/bebepapa ciri-ciri sematik secara umum dan ada yang diantaranya paling sedikit satu ciri berulang – ulang dengan perubahan yang bersifat kuanta f.
Contoh :
a. Kami berjuang dengan satu tekad, tekad harus maju dalam kehidupan ,kehidupan yang layak dan baik ; baik jasmani dan rohani yang diridoi tuhan.

51. Aliterasi adalah :
Gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.
Contoh :
a. Data domba daku, datang dari danau, dua duka diam diriku.

52. Fabel adalah :
Gaya bya bahasa alegori yang didalamnya binatang-binatang berbicara dan bertingkah laku seperti manusia.
Contoh : Kancil dengan buaya, kancil dengan kura-kura, kancil dengan burung.

53. Riasan adalah :
Gaya bahasa yang melukiskan perasaan, perasaan penegasan maksud/menyatakan satu buah pikiran yang mengadakan perbandingan yakni dengan cara yang tidak langsung.
Contoh :
a. Kata Ani “ sudah lama aku tidak melihat batang hidung Alia”.

54. Agrestopa adalah :
Gaya bahasa yang dipakai oleh seseora ng untuk menyapa menegur mengharap me minta dan menyuruh mahluk bukan manusia.
Contoh :
a. Sekedar permintaan
Hai angina berhembuslah dikau perlahan-lahan
Bawalah perahuku ke samudr a tujuan
Dan engkau, tenangkanlah sikapmu.

55. Simetri adalah :
Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa bagian kalimat sehingga menimbulkan suasana keseimbangan.
Contoh :
a. Ayah memikul beban, kakak menjingjing keranjang sedangkan ibu menggendong adik.

56. Melioratif adalah :
Gaya bahasa yang dipakai oleh seseorang untuk menggunakan kata-kata yang dirasakannya mengandung nilai lebih tinggi.
Contoh :
a. Kami diterima menjadi karyawan di perusahaan itu.

57. Peoratif adalah :
Gaya bahasaoleh seseorang untuk menggunakan kata-kata yang dirasakannya lebih rendah.
Contoh :
a. Semua pembantu dan jangasnya telah meminta berhenti.

58. Antifrasis adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan sebuah kata dengan nama kebalikannya.
Contoh:
a. Lihat si bintang kelas beraksi.

59. Anastra adalah :
Gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan pertanyaan.

60. Anadilopsis adalah :
Gaya bahasa yang selalu menjadikan kata terakhir dari klausa atau kalimat berikutnya.

61. Aforisme adalah :
Gaya bahasa yang berisi kenyataan tentang hidup.
Contoh :
a. Tak kenal maka tak sayang.

62. Anotafasis adalah
Gaya bahasa yang digunakan seseorang untuk menegaskan suatu masalah.

63. Hipetase adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata tertentu untuk menerangkan sebuah kata yang lain .
Contoh :
a. Ia berbaring pada sebuah bantal yang gelisah.

64. Iponim adalah :
Gaya bahasa yang sering menunjukkan pada seseorang yang namanya sering dihubungkan dengan sifat tertentu.
Contoh :
a. Herrcules untuk menyatakan kekuatan.

65. Tripan adalah :
Gaya bahasa kiasan yang menggunakan makna tepat/ sejajar.
Contoh :
a. Seharian senja dia mengukur jal;an di kotak itu.

66. Prototo adalah :
Gaya bahasa yang meluaskan sebagian dari satu benda, yang dimaksud seluruhnya.
Contoh :
a. Saya sudah lama tak melihat batang hidungnya.

67. Inventaris adalah :
Gaya bahasa yang melukiskan suatu peristiwa dengan jalan mengubah susunan kalimat.
Contoh :
a. Tidak biasa.

68. Orotaris adalah :
Gaya bahasa yang melukiskan suatu peristiwa dengan menggunakan kalimat tanya.
Contoh :
a. Apakah kamu tidak tahu tidak merasa, tidak merasa menyakitimu itu sudah patah.

69. Paraklisme adalah :
Gaya bahasa yang melukiskan suatu hal dengan menggunakan isi kalimat yang dimaksud dengan tujuan yang sama.
Contoh :
a. Kamu tak boleh keluar, kamu tidak boleh pergi.

70. Atetelis adalah :
Kata yang berupa paduan kata yang bersamaan kalimat.
Contoh :
a. Mundurnya negara ini tergantung kita sendiri.

71. Epilet adalah :
Suatu gaya yang berwujud semacam acuan yang menyatakan suatu sifat / ciri khusus.
Contoh :
a. Putri malam begitu cantik (bulan).

72. Erotesis adalah :
Gaya bahasa yang berbentuk pertanyaan dengan tujuan untuk memeproleh penegasan atau endekatan yang wajar yang tidak memeproleh jawaban.
Contoh :
a. Buat siapa lagi harta bendaku, kalau bukan buat kalian

73. Panabel adalah :
Gaya bahasa kiasan singkat tentang tokoh-tokoh biasanya mansuia yang selalu mengandung tema moral.
Contoh :
a. Mahabrata dan Ramayana Arjuna Wiwaha

74. Andilopsis adalah :
Gaya bahasa yang selalu menjadikan kata terakhir atau frase terakhir dalam suatuy kalimat atau frase utama klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh :
a. Dalam baju ada saku, dalam hati oh tak ada apa yang ada.

75. Antisetris adalah :
Gaya bahasa yang mengandung gagasan atau maksud bertentangan menggunakan yang berlawanan
Contoh :
a. Dulu putri adalah anak pendiam, tetapi sekarang berubah menjadi anak yang lincah

76. Inueda adalah :
Semacam sindiran dengan mengecilkan kenyataan sebenarnya.
Conoth :
a. Ayahnya menjadi kaya karena selalu mengandalkan transaksi komersialisasi jabatan

77. Bombastis adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata yang muluk-muluk atau ucapan yang indah-indah, tetapi tidak mempunyai isi atau bobot yang berarti.
Contoh :
a. Seandainya saya menjadi presiden akan saya bangun desa ini menjadi desa yang menarik.

78. Melioratif adalah :
Gaya bahasa yang dipakai oleh seseorang untuk menggunakan kata-kata yang dirasakannya mengandung nilai lebih tinggi.
a. Kami diterima menjadi kartyawan perusahaan itu.

79. Pun adalah :
Gaya bahasa yang berisi penjajahan kata-kata yang berbunyi sama tetapi bermakna lain.
Contoh :
a. Mengapa kamu gulai, gulai itu?

80. Epiteta adalah :
Gaya bahasa yang berbentuk frase (kelompok kata) unsur yang sebuah selalu diikuti oleh unsur yang itu-itu juga, seolah-olah sudah merupakan pasangan yang tetap.
Contoh :
a. Tuhan Yang Maha Esa

81. Hiperbaton adalah :
Gaya bahasa yang merupakan kebalikanm dari sesuatu yang logis atau wajar.
Contoh :
a. Pidato yang berapi-api pun keluarlah dari mulut orang yang berbicara terbata-bata itu.

82. Prosopopola adalah :
Gaya bahasa dimana sesuatu benda atau peristiwa dilukiskan sebagai manusia hidup.
Contoh :
a. Perahu itu mnenari-nari di permukaan air.

83. Metafora Pengabstrakan adalah :
Gaya bahasa menggunakan kata-kata yang berakiatan dengan objek konkretuntuk objek abstrak
Contoh :
a. Dengan wajah dingin diberikannya senyuman padaku

84. Arkaisme adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang sudah lama tidak terpakai dalam ungkapan sehari-hari, tetapi untuk m,endapatkan efek tertentu kata-kata arkais itu sengaja dipakai kembali, walaupun terasa agak janggal digunakan dalam bahasa saat ini.
Contoh :
a. Alkisah, dialah yang menyelamatkan gadis itu dari kematiannya.

85. Desfenisme adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang menggunakan kata yang lebih kasar atau menakutkan untk menimbulkan rasa takut atau anitpati.
Contoh :
a. Pencuri itu telah diciduk polisi.

86. Epipeton Omonsia adalah :
Gaya bahasa yang menyebutkan sifat benda untuk menarik perhatian pembacaan.
Contoh :
a. Darah merah keluar dari lukanya.

87. Holofrasis adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan sebuah kata untuk mewakili sebuah kalimat.
Contoh :
a. Maling!!! Maksudnya : tolong, ada maling.

88. Repetisi Anafaris adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan perulangan kata kunci untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna.
Contoh :
a. Saya tahu bahwa saudara-saudara sedang kecewa, saya tahu bahwa saudara-saudara sudah telitik letih, tetapi saya tahu bahwa saudara-saudara sudah letih, tetapi saya tahu bahwa saudara-saudara tidaka kan menghianati perjuangan kita.

89. Tautofani adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan dua kata yang bersajak secara berdampingan.
Contoh :
a. Hidup ini penuh dengan suka duka

90. Tropus adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan memakai kata-kata yang tepat dan sejajar. Artinya dnegan pengertian yang dimaksud.
Contoh :
a. Si gendut sudah datang pula.


9
1. Feoratif adalah :
Gaya bahasa seseorang untuk menggunakan kata-kata yang dirasakannya mengandung nilai lebih tinggi.
Contoh :
a. Semua babu dan jangasnya telah minta berhenti

9
2. Kilatan adalah :
Gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung pada sesuatu peristiwa atau tokoh berdasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembaca,s erta adanya kemampuan para pembaca untuk menangkap pengacuan itu.
Contoh :
a. Tugu ini mengenangkan kita kembali ke peristiwa Bandung Selatan

9
3. Mesodilopsis adalah :
Gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan kata atau frase ditengah-tengah baris atau beberapa kalimat.
Contoh :
a. Para pendidik harus meningkatkan kecerdasan
Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat
Para petani harus menngkatkan hasil sawah ladang

9
4. Anakulaton adalah :
Gaya bahasa yang menggunakan kalimat yang menyimpang dari aturan.
Contoh :
a. Budi nasi mau makan

9
5. Anakroni adalah :
Gaya bahasa yang menempatkan, mengahdirkan, atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan zamannya.
Contoh :
a. Julius Caesar naik motor Vario

9
6. Scaile adalah :
Gaya bahasa yang membandingkan 2 hal yang pada hakikatnya beda, tetapi dianggap sama.
Contoh :
a. Ibarat

9
7. Antisadesis adalah :
Gaya bahasa yang mempergunakan paduan kata yang berlawanan makna
Contoh :
a. Tinggi rendah,m naik turun, aku kupanjat pohon itu.

9
8. Silopsis adalah :
Gaya bahasa yang mengungkapkan dua kontruksi rapatan
Contoh :
a. Semua harapan Pak Rudi hancur dan sirnah karena kejadian itu

99. Simplek adalah :
Gaya bahasa atau pengulangan kata pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturt-turut.
Contoh :
a. Adik suka minum susu, kakak suka minum teh.

Semoga bermanfaat...^^

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Persiapan Sebelum Menghadapi Ujian



بسم الله الر حمن الر حيم ____ *•.¸•**•.¸•**•… 


            Dalam kancah pendidikan, kita tidak akan pernah bisa lepas untuk menghadapi ujian pelajaran yang sudah menjadi kurikulum disetiap tingkat pendidikan masing-masing. Lantas, apakah persiapan yang urgen dan lazim dalam menghadapi ujian pelajaran?


            Sesungguhnya perkara yang terpenting adalah kita harus memantapkan pengetahuan-pengetahuan yang kita peroleh di dalam ingatan hati dan otak, kita yakin bisa memperoleh faedah-faedah dan memanfaatnya, begitu juga mengetahui bahwa fan ilmu yang sedang kita pelajari ini akan bermanfaat bagi kita dalam kehidupan bermasyarakat. Kita harus mengikat ilmu dan mengkaitkannya dengan amal, adab, taqwa dan akhlaq terpuji. Apabila tidak demikian, maka sesungguhnya ilmu yang sudah kita peroleh tersebut tidak akan memberi manfaat dunia dan akhirat (ilmu tanpa adanya amal bagaikan sebatang pohon yang tak berbuah). Maka harus dengan kesungguhan dan ijtihad dhohiron wa batinan untuk mencapai puncak dari sebuah tujuan.

              Man jadda wajada “siapa yang bersungguh – sungguh, maka ia akan mendapatkannya”. “barangsiapa yang berjalan menuju pintu tujuannya, niscaya ia akan sampai biidznillah”.

Muroja’ah ( mengkaji ulang pelajaran) & Mudzakarah ( mempelajari dan menghafal )


            Sayogyanya bagi para penuntut ilmu  untuk mengetahui perkara – perkara yang memberikan manfaat sebelum dan saat muroja’ah atau mudzakarah, antara lain :

1.     Tanamkan niat sholihah, menuntut ilmu yang semata-mata mencari ridho Allah SWT.

Sebelum memuroja’ah pelajaran, hendaklah membaca :



( نَويتُ التعـلُمَ والتعـليمَ والنفْعَ والإنتِـفاعَ والمُذاكرةَ والتذكـيرَ والإفادةَ والإستفادةَ والحَثّ على التمَـسّك بكـتابِ اللهِ وبسُنةِ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم ).

Ataupun membaca niat muroja’ah pelajaran dengan lafadz dari al imam al habib Abdullah bin ‘alawi al haddad, sebagai berikut :



نيّات التعلّـم والتعــليم للإمام الحــدَّاد :

( الحمدُ لله ربِّ العالمين، نويتُ التعــلّـمَ والتعــلـيمَ، والتذكُّــرَ والتذكـيرَ، والنفْـعَ والانتفاعَ، والاِفادةَ والاستفادة، والحَثَّ على التمـسُّـك بكِتابِ اللهِ وسُـنةِ رسولهِ، والدُّعاءَ إلى الهُدَى، والدَّلالةَ على الخَيْرِ، ابتِغاءَ وجْهِ اللهِ ومَرْضاتِه وقرْبِهِ وثوابِهِ سُبْحانَهُ وتَعالَى )



2.     Muroja’ah dan membaca pelajaran dengan tidak disertai perut yang kenyang akan makanan, karena muroja’ah dengan perut yang kosong itu akan lebih mempermudah masuk dan tetapnya hafalan diotak.

3.     Muroja’ah dan mudzakarah ditempat – tempat yang jauh dari suara kebisingan dan tempat bermain yang menggangu.

4.     Muroja’ah disertai konsentrasi dan mengulang pelajaran sampai menetap diotak.

5.     Muroja’ah pada waktu malam hari sebelum tidur, dan tidak begadang malam.

6.     Muroja’ah tanpa disertai rasa takut dan gelisah, dan percaya kepada Allah SWT dengan pertolongan-Nya.

7.     Muroja’ah dan membaca point pelajaran yang lebih utama dan yang lebih diperlukan.

8.     Muroja’ah dengan tanpa terlalu menguras fikiran dan tanpa istirahat, tetapi harus bisa mengatur waktu untuk mengistirahatkan fikiran, hati dan jasmani.

9.     Muroja’ah disertai dengan menjaga keta’atan beribadah dan menunaikan kewajiban.

10.  Muroja’ah disertai membaca do’a setelah menela’ah :



( اللّهمّ إني أسـتودِعُـك ما قرَأتُ وما حَفِظت وماتعَـلّمْت فرَدَّهُ إليَّ عند احْتِياجيإليه ولا تُنسِـنِيهِ ياربَّ العالمينَ ، لا إله إلا أنتَ ذكِّرْنِي ما نُسِيتُ وعـلِّمْني ما جَهِـلتُ )



Saat menghadapi test :

            Selalu mengingat Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya. Hadapilah pertanyaan-pertanyaan ujian dengan tanpa keraguan, mulailah mengerjakan satu demi satu pertanyaan yang terlihat lebih mudah dan menguraikannya dengan jawaban yang dimaksud secukupnya tanpa bertele-tele dan teledor, dan sebutkanlah jawaban penting yang menjadi pokok permasalahan.



Ketika lembar ujian berada ditangan, bacalah :

( ربِّ اشـرَحْ لي صَدري ويـسِّر لِي أمري واحْلل عُقدةمِن سُؤالي )

Dan ketika menjumpai soal yang sulit, bacalah :

( اللهم لا سَهْلَ إلا ما جَعـلتـَه سهْــلاً وأنتَ تجعـلُ الحـزَن إذا شـئتَ سَهْلا )

Kami mengingatkan kepada pemuda - pemudi islam, dalam perihal yang berkaitan setelah menghadapi ujian dan keluar dari ruangan test :


            Sayogyanya bagi para pemuda-pemudi islam agar sepenuhnya menjaga tata karma pada saat keluar dan berjalan setelah menghadapi ujian. Sungguh tidak pantas untuk berteriak-teriak disepanjang perjalanan, dan juga bertingkah laku kurang sopan hingga menjadi penyebab kemacetan kendaraan dengan pawai-pawai memamerkan kendaraan di jalan raya. Ini merupakan ‘aib besar yang bukan termasuk dari akhlak para generasi islam dan bukan pendidikan yang diajarkan agama islam.


            Bertaqwa dan malulah sepenuhnya kepada Allah SWT yang maha suci, Dia yang maha agung, yang maha menyaksikan dan mengetahui apa-apa yang ada dihati kalian. Dia sang maha pencipta dan penyayang, janganlah kalian membuat murka di sisi-Nya dengan buruknya tata karma dan akhlaq yang tercela. Keberhasilan yang sejati bukanlah kesanggupan dalam memecahkan rangkaian pertanyaan begitu saja, melainkan keberhasilan dalam menjaga tata karma, amal baik, akhlaq terpuji dan ketaqwaan.Inilah sebuah keunggulan dan keistimewaan.


            Ketahuilah bahwa kalian adalah para generasi islam, realisasikanlah keislamanmu dengan adab dan taqwa kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwasanya akhlaq-akhlaq tercela yang terkadang dilakukan oleh sebagian pemuda dan pemudi, seperti halnya melakukan pelanggaran, memperlihatkan aurat-aurat, menyakiti sesama muslimah, bergerak dan berjalan melenggang berayun ke kanan ke kiri tanpa ada rasa malu disertai cekakaan. Tidak lain lagi semua itu adalah ajaran orang kafir, munafik, bodoh dan ahli pemecah belah umat islam. Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk menjauhi sifat-sifat buruk tersebut, karena perilaku tersebut merupakan ‘aib besar dan tercela pada jatidiri seorang muslim dan muslimah.


Ya ikhwani, mulailah saling menasehati sesama saudara, teman ataupun orang lain yang kalian kenal dan ajarkan lah tentang akhlaq yang terpuji. Lalu contohkan tata krama disetiap gerakan dan perkataan dalam semua perbuatan dan tingkah laku. Islam adalah sebaik – baiknya agama, yang dibawakan oleh junjungan agung baginda nabi Muhammad SAW. Barangsiapa yang melanggar dan menentang aturan ajaran agama islam, sesungguhnya Allah SWT yang maha mengawasinya, Allah SWT tidak akan memberikan taufiq-Nya untuk sebuah keberhasilan, dan tentulah ia kelak akan menyesal dan merugi dihari kiamat dengan penuh penyesalan dan kerugian, naudzubillah.


Kami mengingatkan bagi para penuntut ilmu untuk menghormati dan menjaga kitab atau buku pelajaran yang akan diujiankan, janganlah membuang buku atau kitab yang berisi ayat al qur’an dan hadits nabi dijalanan sembarangan. Barangsiapa yang melakukan demikian bertaqwalah kepada Allah SWT, karena itu termasuk perbuatan dosa yang besar.

Kami memohon semoga Allah SWT memberikan taufiq-Nya kepada kalian dalam keberhasilan, dan memberikan kemudahan dalam menghadapi ujian – ujian.



Manfaatkan potensi diri

            Allah SWT menciptakan manusia dengan mengkaruniakan jasad, akal dan hati yang merupakan 3 potensi diri yang harus selalu dibangun dan dijaga demi kelangsungan kehidupan. Sungguh mustahil jika kita mengharapkan sebuah hasil yang berbeda dengan cara yang masih sama, apabila kita mampu memanfaatkan potensi diri dengan benar, kelak bisa merubah nasib dengan cara yang berbeda. Sebagai penuntut ilmu, pandai – pandailah mencari posisi untuk mencapai kesuksesan melalui potensi diri. Jagalah kesehatan jasad yang memberikan energy belajar dengan gaya hidup yang sehat, latihlah potensi akal dengan daya fikir tinggi untuk selalu berkarya, dan cerahkanlah hati dengan zikir illahi yang memberikan kekuatan spiritual.

Dalam proses pembelajaran, tentunya kita memerlukan motivasi diri baik intern ataupun ekstern demi sebuah kemajuan, karena motivasi – motivasi itulah yang mampu memberikan kita kekuatan dalam menjalani lika – liku menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita masa depan. Ada beberapa faktor pendorong kemajuan yang setidaknya perlu kita tanamkan sejak kini, antara lain :

1.     Karena bertemu Allah SWT. Perjalanan hidup yang sedang kita jalani ini tak lain hanya mempunyai satu maksud yaitu mengabdikan diri sebagai hamba Allah SWT. Mencari ilmu itu bukanlah untuk mengabdikan diri kita kepada orang lain dengan berlomba-lomba memperoleh nilai tinggi, syahadah ataupun jabatan semata, melainkan agar ilmu kita benar-benar diniatkan untuk mengabdikan sepenuhnya kepada Allah SWT dengan pengabdian yang ikhlas.

2.     Karena untuk Indonesia. Berjihad bagi para penuntut ilmu itu bukanlah ikut berangkat mengangkat senjata melawan Israel dan amerika, bukan pula mengikutsertakan diri berkecimpung dalam dunia politik negara untuk memberantas pelaku korupsi, namun berjihad yang sebenarnya bagi kita adalah mencurahkan waktu yang kita miliki untuk fokus mencari ilmu demi memajukan tanah air tercinta. Ketahuilah bahwasanya kepemimpinan itu tidak hanya berada ditangan presiden saja, tetapi kita sendiri pun bertanggung jawab menjadi pemimpin buat diri sendiri. Jangan sia – siakan begitu saja kesempatan yang ada ditangan ini, karna sedetik masa muda yang telah berlalu itu tak akan pernah terulang kembali lagi.

3.     Karena keluarga, kerabat, sahabat dll. Orang - orang tercinta yang berada disekitar kita  itulah yang selalu memberikan spirit dan energi untuk belajar bagaimana kita bisa membuka mata, akal dan hati. Belajar bagaimana untuk bisa memberi dan menerima atas nikmat yang Allah SWT anugerahkan. Karena perlu kita sadari pula bahwa perjalanan hidup ini adalah peluang memberi, dan nanti setelah meninggal hanya akan ada peluang menerima. Mumpung kita masih diberi nyawa di dunia, kini mulailah belajar bagaimana caranya untuk memberi semampu kita, entah itu memberi dengan harta, tenaga, ilmu, jasa, ataupun sekadar senyuman. Whatever you do, insyallah ada nilai barakah.



Do the Best

Do’a + tawakal

Sukses

Ilmu + skill

Kemauan tinggi

Usaha maksimal
 




I will do my best and Allah will do the rest



Mencari ilmu itu merupakan sebuah amal ibadah yang paling utama. Sungguh mulianya orang yang sedang mencari ilmu, hingga para malaikat pun bersedia mengepakkan sayapnya untuk melindungi para penuntut ilmu dan ikan lautan sampai benda-benda yang berada didaratan pun rela mendo’akan mereka yang bersungguh-sungguh dalam belajar karena mencari ridha Allah SWT. Kita harus meyakinkan dalam hati bahwa Allah SWT pasti akan memberikan jalan keluar pada setiap rintangan yang menghadang, karena dibalik kesusahan pasti terdapat kemudahan yang tersimpan didalamnya. Taufiq dan rahmat Allah SWT akan selalu tercurahkan jika kita mempunyai himmah yang tinggi untuk beramal sholeh  dan menunaikan kewajiban dengan ikhlas, istiqomah tanpa putus asa.


Kenyataan yang kita hadapi, dalam proses belajar pun pasti ada kendala – kendala yang menjadikan kita belum bisa melakukan usaha yang maksimal dalam belajar. Hambatan yang sering kita jumpai dalam belajar itu seperti halnya: malu tidak berani untuk bertanya, manja gampang putus asa, malas tidak memanfaatkan peluang dan mengeluh murung tidak semangat. Solusi itu semua ada pada diri kita sendiri, kita sendiri yang menentukan masa depan itu akan cerah atau suram tak berwarna. Untuk itu, kini pandai-pandailah memimpin dan memotivasi diri sendiri demi secercah harapan masa depan.

Inilah kenyataannya :

1.     Kita masih melakukan sesuatu yang seharusnya kita tinggalkan

2.     Kita belum melakukan sesuatu yang seharusnya kita kerjakan

3.     Kita sudah melakukan apa yang sepatutnya kita kerjakan, tetapi kita tidak melakukannya 100% dengan usaha yang maksimal. 


            Marilah kita saling menasehati dan memotivasi agar ikatan kasih sayang itu semakin erat, saling memahami dan menghormati agar ukhuwwah islamiyyah itu tidak mudah terputus, dan saling mempercayai dan mengasihi agar ikatan batin itu saling terbangun dan terjaga.


            Apabila dalam perjalanan mencari ilmu ini sudah kita usahakan dengan maksimal, memohonlah kepada sang maha pencipta agar memberikan hasil yang terbaik. Ingatlah, bahwa Allah SWT pun tidak akan mengabulkan do’a apabila kita belum menunaikan usaha untuk belajar dengan kesungguhan. Ibaratkan saja kita datang ke tukang sepuh membawa sebatang besi, kita meminta kepada tukang sepuhnya untuk menyepuhkan besi tersebut. Lantas apakah mungkin besi itu akan disepuh oleh sang tukang begitu saja? Jawabnya tidak, karena kita hanya memberikan sebatang besi tanpa ‘emas’ yang dipakai untuk menyepuh. Sama halnya ketika kita datang menghadap Allah SWT memohon agar memberikan keberhasilan dalam belajar, tetapi kenyataannya belum ada emas yang berupa usaha maksimal yang kita kerjakan. Do’a yang kita panjatkan itu tidak akan ada artinya sama sekali tanpa adanya iringan usaha, usaha dan usaha. 
Manfaatkan  dengan baik kesempatan yang tersisa untuk menghadapi ujian and no sks. Kurangi waktu bermain-main yang biasa terbuang sia-sia begitu saja, belajar belajar dan belajar dengan fokus. Belajar itu bukan karena ujian, tetapi karena kita akan menghadapi ujian maka kita harus selalu belajar.

Sekian, salam chayoo sobat.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Si Alay Story

*•.Bismillahirrahmaanirrahiim,,, .•*

Perhatian! Baca gak sampai selesai beresiko salah kaprah bin salah paham.^^

Hmm. Apa sih, sebenarnya ALAY itu? ALAY. Singkatan yang kepanjangan kata-nya berfariasi.
Ada yang bilang ALAY itu akronim dari Anak LAYangan, sebutan buat sosok yang ndeso, katrok, dsb, karena yang biasa main layangan ya anak desa (habis kalau anak kota main layangan bisa-bisa kesangkut kabel listrik). Konon anak layangan ini, saking seringnya kepanasan, rambutnya jadi merah deh, kulitnya pun hitam kelam. Identik dengan anak muda yang rambutnya dicat merah, terus kulit mereka yang biasanya berwarna sawo mateng yang kematengan, jadi kayak hitam gosong gitu, kali. Mungkin.

Ada juga yang bilang Anak LAYu (lefay, gayanya kayak orang yang gak semangat hidup), Anak keLAYapan, dll.

Nah, kepanjangan yang disepakati para ´pengamat gaul´ kayaknya ALAY lebih condong buat Anak LebaAY. Ya. ALAY, Anak LebAY.

Ih, Alay. Lebay. Berati dia masih labil, gak seimbang dan mudah goyah dong? Gak semua yang ´ngalay´ itu masih labil, bingung dengan jati diri. Emang dalam pembahasan kejiwaan pernah nyinggung soal si Alay yang mana kebanyakan dari mereka tuh, sebenarnya masih pencarian eksistensi diri. Ingin dipandang ada, makanya bikin sesuatu yang beda. Cari perhatian.

Mererka kreatif tapi tidak pada tempatnya atau kreativitas tanpa saluran. Misalnya "wHeAwHh!! FfUtuNy4 k3wrEnDt a833z dewGh!" Mikir dulu kan bacanya? (mungkin masih ada yang kebingungan, garuk-garuk kepala sambil istighfar, bacanya itu "Wah!! Fotonya keren abis deh!") Begitulah, kalau gak kreatif mana mereka kepikiran samapi ke situ.

Terpengaruh lingkungan yang kurang baik. Semakin tua dan semakin kumuh itu semakin keren! Pakaian mereka gak sewajarnya. Celana dipelorotin sampai jauh di bawah pusar, ujungnya kedodoran. Bajunya seringkali kekecilan atau ngepres badan. Tipe Harajuku style, deh (harajuku itu style aneh yang meliputi Punk, Hip-hop, Cosplay, dll, gak apal semua, soalnya ada banyak).



 Lemahnya pendidikan di keluarga dan sekolah yang mengakibatkan mereka akan mudah sekali hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Gak punya prinsip.

Stereotip atau cap, di mana orang-orang sekitarnya mengatakan "Dasar Raja/ Ratu Alay!" Nah, kalau gitu mereka akan semakin beranggapan "Masa sih, gue alay? Yang bener? Ah, gue tingkatin taraf ke-alay-an gue sampe ke stadium lanjut, ah! Hidup alay!!" Alhasil, jadi alay beneran atau malah tambah parah.

Sebagian ´alayers´ mungkin memang belum menemukan jati diri, tapi sebagian lain dari mereka yang lebay itu cuma buat bercanda, kok. Sekadar hiburan aja, biar merasa lebih dekat dengan sahabat-sahabat tercinta. Toh kalau sudah merasa dekat, mereka akan normal kembali, tapi mungkin suatu saat lebay-nya kumat (hanya sebagai percikan sense of humor, biar gak garing katanya).

Atau mereka yang lebay bisa jadi sedang menutupi kesedihannya. Gak mau ketahuan orang, makanya mereka menampakkan seolah-olah dalam kondisi baik dan bahagia. Kalau gak salah yang seperti ini, anak psikologi biasa menyebutnya dengan Eccedentesiast (semacam orang yang hides a pain behind smile and happiness, lah, ada sesuatu gitu). Eccedentesiast untuk sesaat kali yah? Atau… gak tahu juga deh.

Biar lebih oke dan meyakinkan (padahal jadi kayak orang yang salah mium obat), mereka sengaja bikin gaya baru yang dibuat-buat (haRe janG cEwraGh.. fok0gnYea hEpie bwanGjeTz baJay eWgh. Ouh 9oD. TengKyUu 4 epEritHin9g,, 8) …), sekaligus upaya untuk menghibur diri sendiri. Cara yang satu ini kemungkinan dapat berhasil. Hati yang sedih atau sakit bisa terobati dengan memancing kebahagiaan, karena kebahagiaan itu ada di dalam hati dan pikiran kita, pikir mereka. Sebabnya beda-beda juga sih, gak bisa dipastiin.

Yups! Mendadak alay faktornya jelas bermacam-macam. Gak bisa asal ambil kesimpulan, karena kita belum tahu persis apa yang sebetulnya terjadi dengan si Alay ini. Jadi ya… tergantung, deh. Tapi tetep… terlalu sering berlebih-lebihan pastinya kan gak bagus. Ya gak Sob? Di-iya-in aja deh… (kyakykaykaykk… maksa).^^

Trimakasut. Kurang lebihnya mohon maaf.
Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. ^^
Bye... ila liqo ma´a salamah... (•ˆˆ•)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS