Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Memercayai Keunikan Cinta Seutuhnya

 


Listen while reading 

Bayangkan, bayangkan dengan sangat dalam. Agar tidak hanya tawanya saja, namun amarahnya pun sanggup kamu terima. Agar tidak hanya suka, namun dukanya pun mampu kamu pikul. Agar tak hanya peluk dan kasih, namun penolakan dan rasa kesal yang sesekali mereka perlihatkan dapat kamu tampung. 

Agar kamu mampu mencintainya secara utuh. Menerima, tidak hanya kelebihan, namun juga kekurangan dalam dirinya. 

Karena sesungguhnya, ketika kita mampu menerima kekurangan dan kelemahan mereka, akan kita temukan sisi terbaik dari dalam dirinya, yang ia pun tak sadari selama ini. 

@rabbitholeid


Menarik napas panjang lalu menghembuskannya ke udara, kemudian kau berpikir dan membatin, "Aku hanyalah seperti ini. Pintar sangat? Tidak. Cekatan pun, tidak. Lalu, apa yang bisa aku banggakan? Apakah aku sudah dapat dikatakan sebagai seseorang yang telah membantunya, tapi apa yang telah aku lakukan?" Separuh dirimu yang lain berbisik. "Kau senantiasa berusaha untuk memaklumi. Memahami kondisi, meski kau pikir kadar kepekaanmu masih sangat minim. Belajar memprediksi, walau kau tahu pertimbanganmu masih sangat jauh dari kata saksama."


Kau terus mencoba dan menikmati proses belajarmu. Ketika awan kecemasan tiba-tiba menghampiri harimu, kau pun masih berusaha meraba-raba sekelilingmu. Tidak hanya diam begitu saja. Pergerakanmu mungkin lambat, tapi itu upayamu, karena ketakutan yang sesekali menghantuimu. Perlahan-lahan kau rasakan, kau cermati, apakah yang kau dapatkan bisa menjadi alat untuk menerangi langkahmu, apakah pijakan yang kau ambil tidak membahayakanmu. 


Lalu ada kalanya kau merasa kesabaranmu hampir habis, kau ingat mantra-mantra keagungan Tuhanmu. Kau berhenti sejenak, mengisi tangki di hatimu yang kosong. Ya, masih dengan cara yang sama. Perlahan tangki itu mulai penuh. Kau pun bergerak lagi, meneruskan perjalananmu, hingga kau dapat keluar dari labirin kegelisan itu. 


Di ujung jalan sana, kau berhadapan dengan sosok yang menyerupai dirimu dan ia berkata, "Terima kasih, atas segala upaya  yang telah kau lakukan. Aku tahu, kau niscaya bisa. Aku tahu, dengan bantuan Tuhanmu, kau tentu mampu. Berkecil hati, kau mesti akan merasakannya, tapi yang pasti, kau harus sadar diri dan terus mensyukuri  pemberian yang Ia beri. Karena, setiap orang itu berarti. Setiap orang itu unik, dengan gaya dan caranya sendiri."


Dirimu tersenyum, kemudian sosok itu berucap, "Kau sudah berusaha. Dia ataupun mereka juga telah melakukan hal serupa, meskipun terkadang satu sama lain tak saling menyadarinya. Tetaplah untuk saling menyemangati, menguatkan. Saling membantu tidak mesti melakukan hal yang sama. Kau berperan sebagai dirimu, melaksanakannya dengan baik, dia ataupun mereka pun menyelesaikan bagiannya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar