بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Moci, Tea Time Ala Tegal Laka-Laka
Bongkahan Pertahanan
Fakta apa Opini?
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Hello, apa kareba? Semoga kita senantiasa diberikan keridhaan dan keberkahan Allah. Amin.
Now, I wanna tell my bestie's curcolan. Well, gak jauh-jauh dari slice of life ini, mah. Intronya tentang kehidupan sesama manusia, antara ingkar dan percaya, gitu.
Oke lah, namanya hidup, mesti ada kesenangan, kelucuan, maupun ujian. My bestie ini sedang menjalani kenaikan level kedewasaan apa, tah? Wkwkwk.
Dia cerita, kalau hari ini dapat kabar dari seseorang, dan kabar itu bikin dia merasa seperti sudah dizalimi. Kabar apaan emang? Rahasia, sih. By bestie nggak menelan mentah-mentah apa yang dikatakan, dia masih meraba-raba, meskipun kalau dirangkai susunan kejadiannya sekilas mirip kayak alasan yang selama ini dia cari. Dia orangnya sebenarnya mudah panik, entah kepanikannya itu dapat ia sembunyikan, atau kadang kelihatan jelas banget kalau dia sedang gugup, takut ataupun bingung. Tappii eh tapiii, tidak lama kemudian dia berpikir ulang, beristighfar sembari menenangkan dirinya, karena kalau bukan dari diri sendiri yang menenangkan atau memotivasi, dari siapa lagi? Nungguin support dari orang lain, iya kalau langsung dapet, kalau nggak, kelamaan nunggunya. 😂
Terkadang, apa yang dikatakan seseorang atau beberapa orang, kita kan belum tahu, apakah itu fakta, kenyataannya seperti itu, atau itu adalah opininya, atau bahkan prasangkanya saja. Jadi, semua tergantung kita menyikapinya, apakah percaya begitu saja, percaya dan mencari referensi lain, ingkar dengan tenang, ingkar sambil menggerutu, dan lain sebagainya.
Nah, kalau kata-kata, berita yang diterima itu menurut kita adalah kabar yang tidak baik, mesti lah merasa kecewa. Bestieku itu ya begitu, bahkan dia merasa seakan terzalimi setelah mendengar informasi itu. Eh, dia bilang, dia juga gak tahu sebenarnya itu apakah info, konfirmasi, atau berita basi, ahhahaha. Kalau emosian, bisa saja dia langsung judge yang enggak-enggak, bahkan berdoa yang tidak baik.
Semua yang terjadi memang kehendak Allah, seorang hamba ya sekadar berusaha, bertawakal. My bestie juga sedang berusaha. Berusaha untuk tidak bertindak gegabah. Guys, kalian sering denger pepatah ini kan, “Apa yang kau tanam, itu lah yang akan kau tuai”? Nah, di situ my bestie berusaha untuk tetap waras, nggak mau terlampau berpikiran dan berdoa jelek untuk orang lain, karena dia juga belum tahu pasti akan hal itu. Siapa juga yang mau dapat doa buruk dari orang lain, pikirnya.
Begitulah pemirsa, aku juga perlu belajar nih dari si bestie, karena banyak juga penyesalan-penyesalan atas kejadian masa lalu yang salah kita maknai.
Ada sedikit nukilan dari tulisan website organisasi Islam yang aku baca (FYI, my sister kerja di situ euy, tapi bukan tulisan dia, itu mah).“Cita-cita yang mulia akan menjadi kenyataan bila kita modal dasar berbaik sangka kepada Allah. Hal ini sejalan dengan pesan suci Allah melalui Hadis QudsiNya, Ana 'inda dhonni 'abdi bi. Rawahut Tirmidzi. Aku (Allah) senantiasa bersama dengan prasangka hambaKu kepadaKu,”
Berhati-hati agar tidak hanyut adalah suatu keharusan, apabila kita berada dalam kondisi terdesak, tapi hamba yang mempunyai Tuhan yang Agung, wajib percaya bahwa Ia pasti akan menolong hambanya yang meminta.
Hidup ya, cuma sekali, lakukan dan berbuat saja kebaikan yang kita bisa. Berbuat baik bukan karena mengharap kebaikan balik dari orang yang kita bantu atau kita berbuat baik kepadanya, tapi kebaikan itu ya, karena Allah senang kalau kita berbuat baik. Susah, tah? Ya gimana lagi, namanya juga hamba, usaha saja dulu. Sedih gak, kalau orang yang kita baikin malah berbuat sebaliknya? Gimana ya, aku mau jawab apa, nih? Wkwkwkwk.
“Sa, tapi gue jadi mikir lagi nih. Nggak tahu ya, ini wangsit apa pangsit,” ett deh, bocah Depok yang satu ini bisa-bisanya keinget makanan pas lagi galau.
“Mikir apa laper, bestiee?” tanyaku menggodanya.
“Eh iya sih, gue rada laper, emang,” Zelvia mengeluarkan handphone dan langsung memesan makanan via online. Ya Allah, dia pesan pangsit dan dimsum, guys. 🤣
Bener juga si bestie. Jadi auto meratapi dosa-dosa deh, aku. Ya Allah, semoga Engkau senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan-Mu kepada kami. Amin.
Wallahu a'lam
Part of Speech
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Lesson 1 (English Grammar I) - page 1
Kata-kata dalam bahasa Inggris dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Pembagian kategori kata ini dikenal dengan istilah parts of speech, dan terdapat 8 macam parts of speech yang perlu kamu ketahui.
A. NOUN
Noun atau kata benda adalah kata yang digunakan sebagai nama sesuatu- orang, binatang, objek, tempat, situasi, konsep atau ide.
Noun sendiri dapat dibagi lagi ke berbagai jenis, seperti
countable; uncountable / mass; common; proper; concrete; abstract; dan
collective noun.*
- Countable (dapat dihitung) : Book, Elephant, Train
- Uncountable / Mass (tidak dapat dihitung) : Love, Sand, Happiness
- Common (sesuatu yang umum) : Country, City, Month
- Proper (sesuatu yang spesifik) : Switzerland, Jakarta, January
- Concrete (sesuatu yang berwujud nyata) : Bag, Cake, Building
- Abstract (menyatakan ide, konsep, keadaan, dan hal abstrak lainnya) : Friendship, Time, Imagination
- Collective (merujuk ke sekelompok orang, hewan, atau benda) : Deer, Family, Government*
Example in sentence:
• Take your book, please!
• Rizqi is listening to the radio.
• They saw tiger in the zoo.
• Jakarta is the capital of Indonesia
• We have good pleasure today.
• The teacher will be happy with your kindness.
• My belief in Allah, saves me.
B. PRONOUN
Pronoun adalah kata yang digunakan sebagai pengganti kata benda.
Example in sentence:
• Tony says that he has finished the work.
• Suciyati weighs herself everyday
• This is my car.
• I like the person who is diligent
• What must we do now?
• These shoes are mine.
• Nobody did nothing.
C. VERB
Verb
Example in sentence:
• Alfian studies Grammar.
• We are walking to school.
•The rain drenched us.
• They looked tired.
• He is a student.
• Karim had a good idea.
• Stars appear at night.
D. ADJECTIVE
Adjective
Example in sentence:
• We study English lesson.
• Harun is a diligent boy.
• Rahman has two pens.
• He has some books.
• These students are learning well.
• Every pupil has to study.
• What time is it now?
• Here is our room.
Adverb adalah kata yang memodifikasi atau menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya.
Adverb ini dibagi lagi menjadi 4 bagian yakni:
Adverb of Frequency, jenis adverb yang digunakan untuk menyatakan seberapa sering suatu kejadian berlangsung.
Adverb of Place, adverb yang menyatakan tempat terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa.
Adverb of Time, adverb yang menyatakan waktu terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa.
Adverb of Degree, adverb yang digunakan untuk menyatakan seberapa jauh tingkatan atau intensitas suatu peristiwa atau kegiatan.*
Penjelesan lebih luas dapat kunjungi situs ini.
Example in sentence:
• Ali runs quickly.
• He speaks English well.
• This room is very large.
• The problem is too difficult.
• They talk extremely fast.
• That driver drives more slowly.
F. PREPOSITION
Preposisi adalah kata yang ditempatkan sebelum kata benda atau kata ganti untuk menunjukkan hubungannya dengan beberapa kata lain dalam sebuah kalimat.
Example in sentence:
• I cut meat with knife.
• She goes to cafeteria.
•Please! stay for lunch.
• After swimming I felt cold.
• The book is on the table.
• I don't care for standing in queues.
• What can you do besides typing?
G. CONJUNCTION
Konjungsi adalah kata yang digunakan
untuk menghubungkan satu kata dengan kata lain, atau satu kalimat dengan
kalimat lainnya.
Example in sentence:
• Rudi and Ali came yesterday.
• She is intelligent but lazy
• John and Peter went to school but Grace stayed at home.
• He has breakfast before he goes to school.
• Because he was naughty, his parents punished him.
• He can't (either) read or write.
• We must be early; otherwise we won't get a seat.
H. INTERJECTION
Interjection adalah kata seru atau
frase untuk mengungkapkan perasaan tiba-tiba dari pikiran atau emosi.
Example in sentence:
• Oh my God, protect me!
• Bah, he isn't actor!
• Well, you must go now!
• Uh, don't think over this problem too seriously.
• Oh, look at the time!
• Hurrah! we have won!
• Alas! he realized his folly too late. (
*Materi tambahan
Referensi:
English Grammar I
8 Macam Parts of Speech dalam Bahasa Inggris, https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/8-macam-parts-of-speech-dalam-bahasa-inggris/
Mengenal Jenis-Jenis Adverb dalam
Bahasa Inggris | Bahasa Inggris Kelas 10, https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-jenis-adverb-dalam-bahasa-inggris
Pengertian, Jenis, Contoh, dan Fungsi
Interjection, https://englishplusplus.id/interjection/
Terima Kasih Ayah
Bismillahirrahmaanirrahiim
Terima kasih, telah menjadi laki-laki yang kuat.
Terima kasih Ayah, berkatmu kami menjadi anak-anak yang baik.
Bukan, kami bukan merasa sombong karena mengatakan diri kami baik.
Tetapi kami bersyukur, karena engkau begitu sabar mendidik dan memperhatikan sehingga kami menjadi anak yang baik.
Ya, kami adalah anak-anakmu yang baik, tetapi masih banyak kekurangan di diri ini, karena kami adalah manusia biasa.
Kami hanyalah hamba Sang Penguasa Mayapada.
Kami tahu, dirimu seringkali merasa masih memiliki banyak keluputan selama membesarkan kami.
Tetapi, rasa itu bukanlah apa-apa dibanding segunung pengorbananmu bersama kekasihmu, ibu kami tercinta.
Kami tahu, kekhawatiranmu seringkali menghantui, apakah anak-anakmu telah mendapatkan kecukupan, kebahagiaan, dan segala kebaikan apapun itu.
Tetapi, itu bukanlah apa-apa dibandingkan aliran kasih sayangmu yang membanjiri kenangan kami.
Kami telah tumbuh besar, Ayah.
Kelak, kami mendambakan dapat disatukan bersama sesorang yang sepertimu,
atau kelak, kami dapat meneruskan perjuanganmu, membesarkan cucu-cucu keturunanmu.
Ayah, tak banyak kata yang dapat kami ucapkan.
Tidaklah cukup meski seluruh senandung kasih itu kami lantunkan.
Ayah, semoga Allah senantiasa memberikan keridhaan dan keberkahan bagimu serta seluruh keluargamu.
Semoga kami dapat terus tumbuh dengan baik, berjuang untuk menjadi anak-anakmu yang berbudi baik.
Amin. Ya Rabbal alamin.
Terima kasih, Ayah.
Jakarta, 7 Juli 2022
(๑^ں^๑)
Barakallah fi umrik ya Aby 😇
Catatan Majelis Dzikir AIC 2 Juli 2022
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
• Membaca dzikir ada beberapa model, yaitu:
Dzikir dengan lisannya saja, faidahnya sangat lemah.
Dzikir dengan lisan & hati, khairun minal awwal (lebih baik dari yang awal).
Dzikir dengan lidah, hati, & ruh secara bersama-sama tanpa ada beban/tujuan yang dimaksud, paling tinggi, dzikrul haqiqi. Mereka yang sudah menyatu, menyelami tanpa ada beban, sudah mendarah daging.
• Yang dihitung di sisi Allah, dilihat di sisi masyarakat adalah, apabila seseorang bermanfaat untuk orang lain.
• Hikmah pengabdian anak pada orang tua, sebesar apapun harta yang dimiliki, pengabdian yang diinginkan orang tua adalah anak yang berakhlak karimah. Kalau berbakti kepada orang tua, ada saja kemudahan pada jalan kita.
• Bagi yang mencari ilmu dan sudah mendapatkan ridha dari gurunya, malah kalah dengan cobaan, lemah imannya kepada Allah yang memberi rezeki. Semua yang di muka bumi, sudah Allah tanggung rezekinya. Jangan sampai ilmu tergadaikan karena harta.
• Usaha boleh ada, tapi jangan menghalalkan segala cara.
الْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ
Ilmu yang tidak diimbangi amal saleh yang baik, sama halnya seperti pohon yang tidak berbuah sama sekali.
• Jangan pernah ragu. Baru lulus nilai jelek sudah bingung. Nanti kelak kerja apa, ya? Niat hadir saja di majelis dzikir ini karena cinta, tidak usah aneh-aneh, itu juga akan berpahala. Insyaallah akan terasa berkahnya nanti. Yakin saja ngalap berkah.
Wallahu'alam
Rencana dan Keyakinan, Apakah Kau Memercayainya?
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sejatinya, kehidupan itu sederhana, lalu, bagaimana jikalau ternyata apa yang direncanakan tidak benar-benar terjadi?
Yang aku tahu, yang aku pelajari, di mana ada rencana, di sana seharusnya ada usaha. Entah lahir ataupun batin. Apa yang telah diupayakan pun harus diiringi dengan keyakinan.
Hei, mengapa seperti itu?
Begini, di dalam rencana itu ada proses dari sebuah usaha, yang dibumbui keyakinan. Aku belum tahu apakah ini bisa disamakan dengan rencana menciptakan makanan yang lezat atau tidak. Di mana di dalamnya mesti ada proses menentukan menu, memilih bahan-bahan, kemudian memasaknya dengan dasar kita telah mempelajari caranya, bukan secara tiba-tiba kita dapat memasak begitu saja. Bagaimana, apakah kau setuju jika hal tersebut dinamakan dengan usaha?
Kemudian, keyakinan menjadikan bahan baku yang kita olah menjadi sesuatu yang dapat disantap itu perlu. Bagaimana bisa jika seseorang yang tidak berkeyakinan untuk melakukan sesuatu dapat melangkah maju? Yah, mungkin saja ia hanya diam terpaku dengan kegundahannya.
Bagaimana, dari rencana itu terdapat proses usaha yang cukup panjang dan kadarnya pun berbeda-beda, bukan?
Nah, keyakinan yang kita anut di sini adalah keyakinan makhluk kepada Tuhannya, bahwa Allah senantiasa memberikan jalan kepada setiap hamba-Nya.
Rencana sudah ada? Iya, sudah. Usaha telah diupayakan? Iya, sudah juga. Yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik kepada setiap hambanya? Iya, yakin.
Kalau itu semua sudah dilalui, kita yang notabene sebagai makhluk sayogyanya berpasrah dan melihat bagaimana keputusan Allah nantinya. Allah Maha Tahu, apa yang hamba-Nya rencanakan ataupun inginkan itu sesuai dengan yang dibutuhkannya atau tidak, baik untuknya atau tidak. Ya, seperti itu.
Hmm. Dalam hal masak-memasak tadi, si A berhasil. Alhamdulillah. Berarti itu jalannya dan karena memang dia benar ditakdirkan memiliki kemampuan memasak yang baik.
Adapun si B, ia belum berhasil dan terus gagal meski telah mencobanya berkali-kali. Dalam kegagalan tersebut, pasti banyak hikmah yang dapat digali dan dipelajari. Itu semua karena Allah memeiliki rencana yang lebih baik lagi untuk si B. Mungkin saja, kelak karena sering berkutat dengan bahan pangan yang ia gunakan untuk memasak, si B malah memiliki passion untuk membudidayakan salah satu atau beberapa bahan pangan tersebut dan siapa tahu kalau ia berhasil dalam bidang itu.
"Bagaimana jikalau ternyata apa yang direncanakan tidak benar-benar terjadi?" Rencana awal memang membuat makanan yang lezat, karena belum berhasil juga, si B malah beralih ke pembudidayaan bahan pangannya. B belum bisa menyajikan makanan yang lezat, tetapi ia dapat menyediakan pasokan bahan pangannya, dan pasti dengan itu, ada saja orang yang dapat menggunakannya untuk membuat santapan lezat tersebut. Jadi, rencana yang ada sudah terealisasi, tetapi tidak sempurna, bukan tidak terjadi sama sekali, bisa saja seperti itu. Percaya atau tidak?
Aku pernah dengar, kepercayaan itu sama seperti debu, sebelum debu itu menumpuk, ia bukanlah apa-apa. Jadi, percaya atau tidak? ٩(^ᴗ^)۶
Wallahua'lam.
Hati Bedarah
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
![]() |
| Bunga Hati Berdarah |
Kak, kau cakap, “Laki-laki memang tidak menangis, tapi hatinya berdarah, Dik,” iya ke?
Kak, macam mana jikalau hati tak berdarah, Kak? Bukankah ia memang lah segumpal darah. Tak menyeramkan kah Kak, bila ia tak berdarah?
Kau pun cakap bahwa yang membuat hatimu berdarah-darah adalah kenangan, Kak?
Tak apa lah, Kak. Kenanganmu adalah ekor kehidupanmu. Tak boleh lah, kau putus ia begitu saja. Biarkan ia ada di belakangmu. Aku pun ada yang seperti itu.
Macam mana jikalau kita buat kenangan yang baru saja bersama-sama? Iya Kak, bersamaku. Boleh ke?









.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)