Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Sepia

Katanya, bila Anda menganggap hidup adalah suatu tugas, tunaikanlah. Bila Anda menganggap hidup adalah beban, pikulah. Bila Anda menganggap hidup adalah harta karun yang tak terhingga, berbagilah. Kerjakan yang terbaik bagi diri Anda. Tujuan hidup akan Anda temukan di saat Anda akan menjalani perjalanan Anda. Dan yang terpenting, Anda tak akan menemukan apa-apa bila diam tak melakukan sesuatupun.



.................................................................................


Melakukan sesuatu, nampak tak melakukan apapun
Sepia ada dalam rona kehidupan
Coklat berpadu abu-abu, bukan berarti kelabu
Sepia menemani jalan berliku
Sepia menguatkanku, akan kenangan masa lalu
Hidup dalam kenangan, menjadikannya sendu
Hidup tanpa kenangan, tiada syahdu dalam rindu


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Perasaan Itu Ada?

What feelin' do you feel?
Why do you feel it?
Why must be there feelin' then you don't want it at all?

Don't you feel, what a wonderful it is?
You want to throw it, don't you?
Then, what will you be without it?
What do you think?

Kuker (alias kurang kerjaan), sih, tanya kayak begitu. Ngapain nanya sesuatu yang memang seharusnya ada? Tapi gimana, namanya juga masih labil, bil, bil, bil. Labil.

Gampang banget berubah, perasaannya mudah terkontaminasi, dan sebenarnya "perasaan" banget. So, "baper"? Tapi cuek juga, sih. Lah, jadinya gimana?

Ya..., karena itu, pengin jadi gak punya perasaan apa-apa. Nggak seneng, nggak sedih, marah, terharu, ragu, dan perasaan lainnya. Biasa aja gitu? Hambar, lah. Emang enak makan masakan asrep? Mending kurang garam, masih ada asin-asinnya dikit, daripada gak pakai garam sama sekali.

Bersyukur aja. Dari perasaan yang beragam kan, bisa dapat banyak pengalaman. Your life is your adventure. Cari hikmah dibalik itu semua. Mana mungkin sesuatu ada dan tercipta, tanpa manfaat, tanpa hikmah di dalamnya?

You only life once. Gunakan waktu sebaik-baiknya sebelum pulang kampung ke alam keabadian.

Hiks. Sedih-sedih bombay jadinya. Ampuni hamba-hamba-Mu Ya Allah. Fa'fu 'anna Ya Rabbul Karim.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta

Mengelupas
Lapisannya makin tipis
Lalu hilang diterpa angin

Apa jejaknya tak tersisa sedikitpun?
Bersih tanpa noda?
Atau tak pernah menemukan sebelumnya?

Cinta-cinta yang hilang
Sebenarnya tak ada sejak awal

Mengendus cinta ke barat
Ternyata bayangan senja beraroma cinta
Apa kau yakin itu aroma cinta?

Mengejar cinta ke timur
Ah, bukan dia
Yang didapati hanya ruangan hampa 

Cinta
Adakah cinta itu nyata?
Bagaimana bentuknya?
Seperti apa?

Di mana kah kau, cinta?
Cinta!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selam 1:35:50

Kebencian tidak akan membahagiakan siapapun. Tidak Anda, atau orang di hadapan Anda. Apa Anda mau tahu kebahagiaan yang sebenarnya? Hiduplah untuk kebahagiaan orang lain. Tanpa mengharapkan balasan. Berbuatlah sesuatu yang dapat membahagiakan orang lain. Hanya sesuatu yang kecil. Cobalah sekali. Coba untuk menyebarkan salam di antara kalian.

Lihatlah saat itu. Di rumah, di sekolah, di jalan, di belahan Negara manapun. Apakah terjadi sebuah ketidaknyamanan yang kecil? Lihatlah saat itu. Apakah ada pertengkaran di muka bumi? Lihatlah saat itu. Apakah ada orang yang saling membunuh?

Aku mengenal bayak orang baik yang impiannya tidak kita pahami. Aku mengenal orang-orang yang bekerja siang malam, agar impiannya terwujud. Supaya orang-orang hidup dalam perdamaian. Supaya ibu-ibu tidak terpisahkan dari anak-anaknya. Supaya anak-anak tidak terpisahkan dari keluarganya. Aku mengenal orang-orang seperti itu. Rela tidak hidup enak sepanjang hidup, meskipun setetes darah yang mengalir berhenti. Aku mengenal orang-orang yang rela meninggalkan pamrih, impian, harapan, segala yang dicintai, istri, anak-anak, ibu dan ayah mereka, tanah air mereka, dan semua dari apa yang mereka sudah dan akan miliki. Aku mengenal orang-orang yang tanpa mengedipkan mata mati untuk sehelai rambut Anda di sini.

Aku belum dapat seperti itu, tapi mereka adalah guru kita sekalian. Di Bosnia, di Afganistan, di Senegal, atau di geografi manapun yang tidak kita kenal namanya.

Jika ada kebahagiaan bagi mereka, itu adalah melihat "salam", ada di dalam keamanan. Hari Raya bagi mereka, adalah kebahagiaan Anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ost. Selam 35:12

Keasingan dalam keterasingan
Aku terbakar dan menjadi tak tenang
Rindu dalam kerinduan
Kadang hilang, kadang datang
Kadang aku membara seperti gurun
Kadang aku dipenuhi dengan awan
Lalu turun hujan
dan akupun bertebaran, jatuh menjadi danau
Aku... aku... merasa tak bahagia
Aku... aku... selalu berputar tak tentu
Aku... aku... tahu keadaanku
Suatu ketika aku senang
Seatu ketika aku sedih
Aku... aku... tahu keadaanku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Malam Minggu Kelabu

     Malam Minggu yang suram. Kelabu. Alah, gayanya. Giliran ada kegiatan, aja, pengennya libur. Waktunya nobar, malah pada tidur. Eh, gak jadi konsulat, pengen nobar.
     "Umi, minta sms, Umi," Serly lagi, Serly lagi. Perasaan, tiada hari tanpa nggak minta sms.
     "Umi nonton, Umi..." Masih sibuk ngejahit baju, "Nonton apa, Ndah?"
     "Di laptop, Umi..."
     "Nonton apaan? Gak ada filem baru."
     "Gak apa-apa, Mi, daripada be-te." Aduh, benangnya abis, lagi. Kudu masukin ke dalem jarum, deh, ah, "Udah nggak usah. Balik kamar aja ya Nak, Umi sibuk, nih."
     "Umi, malem-malem ngejait."
     "Tanggung. Nyelesein yang tadi siang."
     Ngecek kamar, eh, sebagian udah pada tidur. Udah bersih juga, abis dipiketin.
     "Ndah, kamu meriang?" Si Safira masih ngelanjutin aksi ngeroknya yang amatiran. Yang ditanya malah cerita panjang lebar kenapa dia dikerok. Langsung lupa, tuh anak ngomong apa. Auk, ah. Ceritanya nggak jelas. Mimpi apa... punya anak-anak kayak gini. Alhamdulillah aja, deh.
     "Umi, masa tangan Indah ada tulisan "ﺍﻟله ". Dia bikin pake pacar kuku. Kan nggak boleh ke kamar mandi kan, Mi," lapor Khofifah.
     "Mana Umi liat," ada-ada..., aja tingkahnya, "Ngapain, lagi. Tuh, tangan kamu jadi jorok ada corat- coretannya. Pake bandul kalung  "ﺍﻟﻠﻪ" aja kudu dilepas kalo ke kamar mandi."
     Khofifah langsung ngasih minyak telon ke tangan Indah. Niatnya pengen ngilangin. Eh, digosok-gosok, bukannya ilang malah punggung tangannya jadi merah.
     "Umi, sakit, Mi," Indah ber-aduh-aduh sambil berdesis, "Udah Khofifah, perih, nih."
     "Udah Nak, sini Umi ilangin tulisan "ﺍﻟﻠﻪ -nya", mana pacar kukunya?"
     "Udah tinggal dikit, Mi. Itu saya belinya juga patungan ama Alya."
     "Dikit doang. Buat nutupin. Lagi nggak sopan. Masa tulisan " ﺍﻟﻠﻪ " dibawa ke kamar mandi." Akhirnya dikasih. Iseng bikin gambar bintang, deh.
     "Umi, masa kamar kita lagi yang nguras kamar mandi," celetuk Safira dengan suara cemprengnya.
     "Lah? Emang kalian udah nguras? Kapan?"
     "Hari Jum'at, Umi," jawab Abil.
     "Udah Umi, pas 'Jum'at bersih'. Kan kamar tiga udah nguras kamar mandi yang bawah, nyikat wc, sama lorong juga kita pel, Umi..." protes Fifi.
     "Nanti Umi tanya Umi Juby lagi, ya, Nak."
     "Umi nonton Umi..., film Barbie yang di laptop Umi, deh."
     "Udah Umi apus, Ndah. 'The Guardian' mau?"
     "Yang burung animasi itu, Mi? Udah nonton kan, waktu itu..."
     "Yang abis itu nonton film Thailand anak band lucu itu kan, Ndah?" Indah cuma ngangguk bentar ke Arah Abil.
     "Yah, Umi. Pake spin, deh." Indah memelas.
     "Emang WLAN-nya nyampe ke kamar kamu?"
     "Kalo nggak yang film yang kata Umi anaknya meninggal. Safira belum selesai nonton, Umi."
     "Iya Mi, sedih filmnya," timpal Serly.
     "Ya udah. Tapi besok jangan pada 'kebo' pas dibangunin tahajud." Pada seneng?  Awas ye, jadi kebo beneran kalo susah bangun. Σ( ° △ °|||)︴
      Eh, Walaupun cuma mbatin, masa ngedoain anak jadi kebo?  Ya Allah, ampuni hamba. Semoga kami diberi kemudahan bangun pagi dan keridhaan-Mu. Amin.
     Meski belum menikah, tapi aku kan menjadi ibu asuh anak-anakku, calon ibu bagi anak-anak kandungku. Perkataan adalah doa. Ya Allah, bimbinglah kami. Semoga kata-kata yang keluar dari lisan ataupun hati kami adalah perkataan yang baik. Amin. (taubat mode on)
     "Umi, pinjem Music Angle-nya, Umi..."
     "Iya, Mi, buat pengeras suara."
     "Iya."
     "Umi, besok Silvi minta uang ya, Mi. Mau beli bubur di depan Super Indo."
     "Iya, Nak." Yah, beginilah susah senangnya mengasuh tujuh belas bidadari kecil tanpa didampingi sang bidadara. Eh? (´ヮ`)
     Sejam kemudian.
     "Nak, udah malem, loh. Filmnya masih lama, nggak? Besok bangun pagi, istighosah dan jama'ah subuh."
     "Udahan Mi, filemnya. Ini mau dimatiin laptonya."
     "Ya udah. Pada ambil air wudhu dan berdoa sebelum tidur ya, Nak. Niat besok bangun pagi buat beribadah."
     "Iya, Umi...." jawab mereka serentak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nyari Arwah

     Peringatan harlah yayasan. Seperti biasanya, butuh dana ratusan juta. Tiga ratus lima puluh juta, nominal yang..., cukup besar atau cukup sedikit?
     "Umi, aku mau es-em-es, Umi. Mau bilang papah buat bayar harlah."
     "Nanti ya, Nak, hape Umi masih dicharge." Serly manut.
     Per-anak diwajibkan menyumbang lima puluh ribu rupiah (sumbangan kok wajib? habis mau bagaimana lagi, demi mensuskseskan acara sendiri, dari mana kalau bukan dari kita sendiri? _•^ᴗ^•_). Dikumpulkan ke wali asuhnya masing-masing dan disetorkan ke lurah yayasan bila sudah terkumpul.
     Selain dari iuran murid-murid, panitia harlah bekerja sama dengan para alumni yayasan untuk menggalang dana dari sponsorship penggelaran stand di bazar, proposal sumbangan dari beberapa wali murid, sumbangan untuk mendoakan arwah, dan lain sebagainya.
     "Umi Ica, Niken mau titip uang. Kata mamah sehari dua puluh ribu, tapi Niken maunya sepuluh ribu aja. Nanti kalau Niken minta lebih buat sesuatu yang gak penting tolong cegah Niken ya, Umi," sambil menyerahkan sejumlah uang, "Oh iya Umi, itu lima puluh ribu buat bayar harlahnya juga, makasih Umi." Niken yang hemat. o (^‿^✿)o
     "Iya, Nak."
     Tema karnaval tahun ini "Kerajaan Islam Nusantara". Wah, tema yang cantik.
     Sabtu sore anak-anak pulang ke rumahnya masing-masing, khusus anak kelas dua SMP, tapi.
Saat daku memeriksa es-em-es, ternyata beberapa dari mereka pandai membuat novel. Pesannya panjang sekali, Nak. Eh, tapi pesannya si Khofifah singkat banget.
     "Ma pipa besok sore pulang jemput bisa gak?"
     "Emang ada apa, Pip?" balas mamanya Khofifah.
     "Disuruh nyari arwah."
     Loh, nyari arwah? Gimana? Ditangkep pake apa, tu arwah? Terus, nyarinya di Kuburan, gitu?
Mamanya Khofifah mudeng nggak, dapat es-em-es kayak gitu? Jangan-jangan nggak. Udah sekitar lima jam yang lalu, belum dapat balasan, tuh. Mbok yo dijelaske sing jelas, ngunu luh, Pipa....
Namanya juga anak-anak. Modelnya macam-macam. Baca pesan si Khofifah, gimana nggak langsung ngakak coba? Please deh, jawabannya itu loh, "nyari arwah". Bukan efek mistis, yang ada malah koplak.
✧٩(の❛ᴗ❛ の)۶
     Nyari arwah, sih nyari arwah, tapi yang dimaksud itu mencari nama-nama arwah untuk didoakan di tabligh akbar saat hari-H sekaligus memberikan sejumlah rupiah sebagai shadaqah untuk acara yayasan.
Sepertinya anak-anak sedang disibukkan untuk mencari arwah. Kalau begitu, selamat memburu arwah.

ヽ(^。^)ノ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Benang-Benang Cinta Ulat Sutera

Kau yakin bahwa cinta yang akan mempertemukan kita, akupun berpikiran seperti itu.

Tak perlu terlalu bersusah payah menelusuri jalan berliku cinta, biarlah cinta yang menemukan jalan kita. Seperti itukah?

Cinta berada di tangan-Nya. Bukan berarti tak mau berusaha sama sekali. Bukan seperti itu. Hanya saja, jemputlah cinta dengan cara yang indah. Mengindahkan-Nya, cinta pun akan datang pada akhirnya.

Lalu bagaimana dengan kesepian yang merajut gundah dalam dada? Tidakkah ia terkadang berkunjung ke sarangmu?

Mencoba bertahan dari cengkramannya. Yakin bahwa rajutan benang-benang cinta ulat sutera lebih kuat. Meski halus, ia perlahan-lahan, lembar demi lembar, membalut rapat. Mengurung siapapun di dalamnya dan ingin segera melepaskan diri, menunjukkan sosok yang sama sekali berbeda. Menjadi kupu-kupu cantik, terbang menelusuri dunia fana yang penuh fatamorgana cinta, dan berhasil menemukan cinta yang sesungguhnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS