Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Terjatuh Lagi

Sederhana. Sekilas nampak tak begitu berarti namun kau menganggapnya berharga. Sesuatu yang kecil itu membuatmu berbunga-bunga. Bunga-bunga tersebut menebarkan aroma harum yang memenuhi pandanganmu. Hey! Apa kau dapat melihatnya? Kau dapat memvisualisasikan bau?

Haha. Jangan hiraukan. Aku hanya bercanda.

Hati-hati. Langkahmu mulai tak stabil. Kebahagiaan itu membuat kakimu bergetar. Awas!

Sayangnya kau terjatuh. Semudah itu, kah?

Kau langsung bangkit. Tapi kau masih menginginkan dalam keadaan jatuh. Kau langsung mengusap jejakmu. Terjatuh yang cukup menyenangkan, bukan? Kau selalu saja mengelak. Tak bisa kah aku menyaksikan pengakuanmu? Kau tak mudah membuka pintu gerbangnya. Tapi, pergerakan di dalamnya cukup mudah diketahui.

Hey! Mengapa kau melangkah mundur? Kau ingin melarikan diri lagi? Kau pikir dengan menghapus segalanya kau dapat menghindar begitu saja?

Hemhh. Kau masih membisu. Lisanmu begitu berat, lalu kau menuliskannya dengan perumpamaan. Kalau begitu, lanjutkan. Lanjutkan saja sampai kau melunak dengan sendirinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Random Question

Entered to 4B1 MTA, aka. first grade of MA MU. Ouhh, they were big and tall enough.
Said greeting, prayed, checked the attendance list, had some self introducing and random question. Free for the first dayヽ(^。^)ノ 

M1: Miss, umurnya berapa?
M2: 22.
M1: Kirain 18.
M3: Miss udah nikah?
M2: Udah.
M3: Yang bener? (yang ditanya cuma tarik napas)
M4: Suaminya di mana, Bu?
M2: Di Afrika, Nak.
M5: Jauh banget. Emang ngapain?
M2: Ngapain lagi kalo bukan berburu (senyumannnya meyakinkan, yakin banget).
M6: Serius. Miss, mendingan jujur apa bohong?
M2: Jujur.
M6: Miss-nya  aneh. Ditanyain juga.
M2: Kok gitu? Kalian tanya, ya saya jawab.
M3: Miss gak boleh gitu dong.
M2: Yang diajuin kan random question, saya jawabnya juga random answer.
M7: Bisanya?
M2: Ya bisa. Jawaban acak untuk pertanyaan acak yang saya acak-acak kebenarannya. Percaya atau nggak, tergantung keyakinan masing-masing (kali ini senyum watados). Tiba-tiba dari belakang nyeletuk,
M8: Miss nikah nya tahun berapa?
M2: ...
Eh, belum dijawab ada yang main serempet aja.
M9: Kalo gitu Miss siap-siap ya.
M2: Buat?
M9: Nanti saya mau seserahan ke rumah Miss (gayanya sok cool).
M2: #¥%::&;+())???!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jamsiman

Kau tahu apa yang kau alami? Trauma. Kau masih ragu apa itu trauma atau hanya sekadar peristiwa biasa yang tak berarti tapi mempengaruhi. Tahun itu, air matamu mengalir sembari berlari menjauh, berusaha menghindar dan menutupi. Kenyataannya ketakutan menghantui sepanjang bayanganmu bergerak. Tak percaya akan sebuah atau beberapa rasa. Kau berusaha membuang semua. Semua. Ya, semua.
Kemudian kau temukan titik cerah. Cukup membahagiakan dan memulihkan kehilanganmu tempo lalu. Kau merasa nyaman, bukan? Kau terjatuh lagi. Terjadi begitu saja. Kau terus mengelak padahal kau telah terjatuh. Aku tahu.
Masa itu datang lagi. Pendeteksi rasamu cidera. Apa itu kecelakaan? Kau berusaha menutupinya lagi. Kau. Apa kau terus seperti itu? Aku tahu tak semudah itu terungkap. Bukan lah angin yang dengan mudah berhembus. Kau bukan sama sekali. Sepoi atau topan. Tapi ada sedikit kemiripan. Entah aku salah menerka atau...  entahlah. └(^o^)┘
Aku belum pandai menilai, tapi aku punya asumsi dan prediksi. Setelah kau terjatuh dan mengalami kecelakaan lagi. Kau cukup menyimpan ketakutan yang hebat. Lalu kau tutup jendela dan pintu rumahmu. Di dalam, kau bertahan dan mencoba menegakkan diri yang lain. Kau masih dalam ketakutanmu. Terkadang tingkahmu mengeras. Tergolong sebuah pertahanan atau dampak dari trauma yang mengganggumu. Kata-katamu memudar. Kau seolah kehilangan kemampuanmu. Tak dapat mengungkapkannya kau berusaha menangani masalahmu sendiri. Kau. Kau mulai bisu, tapi sesuatu dalam dirimu terus berteriak. Aku. Aku belum dapat mendengarnya dengan jelas. Untuk saat ini, bertahan lah pada posisi itu. Jamsiman. Jamsiman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menangis

Ingin menangis tapi,
seolah tak ada air mata lagi
Lalu, apa yang akan kau tangisi?
Mengapa harus menangis?
Kau pikir akan menjadikannya lebih baik?
Sebetulnya aku sependapat
Kalau begitu, menangis lah

Masih punya rasa tapi tak ingin  merasakan apapun
Ingin menghilang saja
Kau seperti berada di antara angin
Bahkan kau sudah menjadi angin
Kehadiranmu nyata tapi kau tak terlihat
Tak nampak lagi 
Begitu kah?
Kau pun masih belum mengerti apa itu rasa sakit
Atau hanya tak dapat mendeskripsikannya?

Hemm...
Itu, apa itu datang begitu saja?
Mana mungkin
Pasti ada yang mengundangnya

Mengapa kau belum menangis juga?
Jangan sungkan
Menangis saja,
menangis lah sepuasmu
Lalu minta lah ampunan pada Tuhanmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ingin

Kau menginginkan rasa itu hilang?
Sedihmu sirna
Gundahmu lenyap
Susahmu pergi entah ke mana
Bahkan bahagiamu
Kau ingin ia tak perdah ada
Lalu, hambar?
Apa yang kau pikirkan?
Buang saja hatimu
Agar kau tak lagi merasakan apapun
Itu keinginanmu?

Rasa
Punya siapa lagi kalau bukan Tuhanmu
Bersyukur lah,
ia memberinya secara cuma-cuma
Apa yang ada di otakmu sekarang?
Pikirkan dan hayati lagi dalam-dalam
Syukuri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seluit Senja

Kau merasa sangat pedih?
Sangat sesak sehingga membuatmu tak dapat dernapas?
Bersabar lah nona muda Tokugawa. Tuhannmu
mengerti dan senantiasa memberikan yang terbaik.
Bukankah di balik pemandangan indah Kairaku Shiawase kau harus melewati medan terjal itu?
Mendaki demi sampai ke puncak gunung Jin Ju, kan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Law Fe Youm



Lirik Insyallah Versi Jawa Arab Inggris

Naliko njenengan mboten saget melampah
Ical arah teng piambe’an
Mboten onten serngenge kados ndalu inkang ampleng
Mboten onten panggenan sa’kerso kagem istirohah

Bertahan tansah ngewanti-wanti
Pangeran tansah sasareng sliramu

إن شاء الله, إن شاء الله
إن شاء الله, onten pituduh
إن شاء الله, إن شاء الله
إن شاء الله, onten pituduh

لو فى يوم (Law fee youm)
خدتنا معاصى أو ذنوب (Khadetna ma'assee aw zonoob)
وخافت قلوبنا (Wekhaafet olobna)
ما تقدر تتوب (Ma teidar tetoob)

وتشكى الروح (Weteshkerrouh)
ومين بالسر ليه نبوح (Wemeen besserr leeh nebooh)
ومين الى يقدر (Wemeenellee yeidar)
يداوى الجروح (Yedawee elgorooh)

But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah onten pituduh


Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Duh Gusti tuntun ndalem wonten pituduh Njenengan Gusti
Namung Njenengan ingkang dados penerang kulo Gusti
Tuntun kulo wonten pituduh Njenengan Gusti… sa’dungune…


Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bisikan Angin

Bukan apa-apa
Hanya saja aku dibuatnya berpikir lebih,
saat angin semalam membisikan sebuah pesan
Pesan yang masih belum kumengerti bahasanya
Aku butuh penerjemah

Tapi, aku berniat mempelajarinya sendiri
Akalku masih bekerja
Walau terkadang membutuhkan dorongan yang lebih kuat

Terkadang ada yang mengganjal
Bisa jadi sangat mengganjal

Sebentar, apa kau tahu?
Bergelut dengan kemalasan bukanlah hal mudah
Bertarung dengan keraguan pun tidak selamanya akan menang
Apa kau mengerti?

Aku masih belum
Sekarang, aku masih berusaha untuk mengerti

Biarkan saja cahaya rembulan bertengger di sana
Mungkin suatu saat aku butuh bantuan untuk menjawabnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS