Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Hiu Kecil

Zona aman, nyaman. Apa kau akan terus di bawah selimut itu? Tidak mencoba untuk bangun dan menghirup serta merasakan sensasi udara di luar sana? 





Hidup, tapi sebenarnya mati. Tidak bergerak, tidak berguna. Seperti itu kah maumu? 


Bersyukurlah kau diberi kesempatan untuk bergerak. Untuk mengasah kemampuanmu.

 Apa kau lupa bagaimana caranya berkembang? Apa kau lupa bagaimana mengimplementasikan kemampuan itu? 

Ayolah, seseorang memercayaimu. Tidak, bukan hanya seorang, tapi mereka memercayaimu. 

Apa salahnya mencoba? 
Kesulitan pasti ada, tapi selama mencari jalan keluar. Kau pasti menemukannya.



Bagaimana menurutmu? Apa pendapatmu? 😊



* Disclaimer We Are Pharmacist (WAP) 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bulan, Kau...

Coretan itu tentang bintang. Aku menyukainya bukan berarti aku mengabaikan matahari atau bulan, melupakan jasa mereka. Bukan.

Matahari, sepertinya cahayamu sama sekali tak tampak. Entah kau sengaja meredupkannya atau mengapa, aku belum menemukan alasannya. Atau kau menyinari yang lain? Namun, terima kasih telah diperkenankan menemukan cahaya yang telah menerangi langkahku. 

Bintang, aku merindukanmu. Entah kau mencium aromanya atau tidak. Kerinduanku tak bersuara. Tak tampak, bintang. Maafkan aku yang merindukanmu. 

Bulan, mengapa engkau yang terlanjur membaca kerinduanku pada bintang? Bulan, entah apa yang terlintas di benakmu.

Bulan, kau..., kaupun telah membantuku banyak hal. Terima kasih. Dengan cahayamu, aku merasakan kehangatan. Dengan cahayamu, aku memiliki kesempatan untuk merasakan menjadi seorang adik kecil. Terima kasih, bulan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bintang

Kisah tentang matahari, bulan, dan bintang.
Biarpun menjadi yang terkecil,
kau memancarkan cahaya sendiri.
Terima kasih atas segalanya.
Terima kasih telah menjadikanku merindukanmu.
Kerinduan tanpa suara ini,
terima kasih .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sekadar Cerita

Kisah itu tentang matahari. Matahari yang bersinar, memberikan kehangatan, keramahan, dan inspirasi. Tersenyum ceria seiring dengan bersinarnya ia di setiap hari-hariku.

Siapa sangka, jika hari ini hujan. Hujan sebesar apapun, ia pasti kan bersinar kembali bukan?

Aku masih belum memahami tentang matahari secara mendalam. Mungkinkah aku terlalu bimbang untuk memilih memahaminya, atau lebih memilih bulan dan bintang?

Perjalanan masih panjang ataupun tidak, siapa yang mengetahui kepastian itu. Aku masih saja memandangi tanah yang kupijak. Apakah aku belum sanggup memahami tentang matahari atau memilih bulan maupun bintang?

Dunia berputar, matahari berganti bulan, bintang bertaburan di lelangit malam. Apa aku salah, berpikir untuk menjadi angin yang berembus?

Biarlah aku menjadi diriku, kau menjadi dirimu, ia menjadi dirinya.

Yang kuinginkan, semoga suatu hari nanti aku dapat berbagi ceritaku padamu, atau mungkin kau membantuku menyelesaikan cerita itu. Cerita yang selama ini terpendam. Aku hanya sedikit berbisik pada tumpukkan bebatuan di jalan. Entah mereka mendengarnya atau tidak, tapi bisikkan itu setidaknya meringankan sesuatu.

Kuharap ada yang bisa mendengarkan ceritaku, atau mungkin memperbaiki jalannya. Memperbaiki isinya, menanamkan makna dan hikmah berharga di dalamnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perihal Rasa

Sekali lagi, kau merasa semakin tidak memercayai siapapun? Dari kejadian-kejadian itu, kau mulai menarik kesimpulan?

"Dunia semakin tua, angin berhembus begitu saja. Entah berpihak ke arah mana.  Aroma dunia sepertinya semakin memuakkan. Bukan bermaksud memukul rata. Bukan. Hanya sebagian, atau mungkin beberapa."

Masa lalu seringkali menjadi guru yang berharga. Disadari secara langsung maupun perlahan, ia memberikan pelajaran yang tak ternilai.

Belajarlah untuk menjadi lebih baik. Rasa kesal dan teman-temanya mesti ada, tapi jangan biarkan ia hinggap berlarut-larut. Biarkan hidup memiliki beragam rasa. Pelajari rasa itu sedikit demi sedikit, dan dapatkan makna yang berarti dari mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menangis Saja

Isi kepalamu seakan tumpah? Kau bukan gelisah, hanya sedikit resah? Sedikit... saja, selebihnya kau sadar akan tanggung jawabmu.

Hal itu dalam kendalimu, namun sepertinya dirimu membutuhkan waktu lebih, tapi malah waktu mengejar-ngejarmu?

Hembuskan napasmu sejenak. Istigfar kemudian suarakan hamdalah walau hanya di dalam hati. Harimu, adalah hal yang patut disyukuri. Tuhan selalu berada di sisimu.

Kau ingin meledakkan sesuatu, menceritakan sesuatu, tapi takut akan sesuatu? Kemudian kau memendamnya?

Apa kau belum dapat kepercayaan untuk apa yang sebenarnya ingin kau ungkapkan dan tunjukkan?

Kalau begitu, menangis saja. Menangislah. Bukan bermaksud membuang-buang air mata. Bukan, sama sekali.

Lakukanlah seperti itu dulu. Sepertinya kau memang perlu menumpahkan sesuatu. Tumpahkan saja. Berdoa dan mintalah perlindungan dari-Nya. Kemudian tersenyumlah. Tersenyum sembari melafalkan hamdalah.

Apa kau merasakan lebih baik sekarang? Aku yakin kau merasakannya. Alhamdulillah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aroma Kerinduan

Fiksi ini, entah sejak kapan ia telah menjadi realita. Ketika kamus tak lagi berarti. Ketika buku-buku tak lagi bisa dimengerti. Ketika berita tak lagi bisa dipercaya.

Kau ingin menciptakan cara lain untuk mengungkapkan kerinduanmu; "kau menyukainya tanpa suara."

Lalu, bagaimana menjaga "suka tanpa suara" itu? Akankah ia bermekaran walaupun tak ada kata "mekar"?

Bagaimana pesan itu sampai jika tak sehuruf pun terucap? Tak ada gelombang bunyi yang terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur pula? 


Terkadang, tak mesti menunggu tumpukan. Mungin saja sesuatu yang tiba-tiba dan kecil itu lah, jawabannya.

Namun, bagaimana kau menghapus rasa, kalau udara yang kauhirup masih mengandung aroma?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalanan Pelancong

Apa benar, hidup itu jalanan pelancong?
Mengembara ke sana dan ke situ 
 
Di jalanan yang bagaikan langit yang bergulung,
jangan dulu saling tersentuh,
atau punya perasaan yang belum terjawab 

Hidup itu jalanan pelancong
Seperti langit yang bergulung,
menghilang tanpa arah
Benarkah?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS