Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

Kenangan Indah

Katanya ini akan menjadi kenangan indah
Kenapa kau perlu kenangan indah? 
Kau bisa memikirkannya sepanjang hidupmu
Ketika hidup menjadi sulit, dan kau butuh sesuatu untuk bersandar 
Itulah kenangan yang seharusnya


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bunga Peony

Kau seperti bunga Peony, dan aku seekor burung kecil yang menyukai bunga itu. Kau tertiup angin. Kelopakmu bertebaran menghiasi langitku, lalu terbang jauh ke sana. Langit terlalu besar. Aku, dan kau yang kini berhamburan tak ada apa-apanya. Kita begitu kecil.

Aku berharap kau akan kembali. Namun, angin yang berhembus tak pernah membawa kembali apapun yang bersamanya. Aku mencarimu, tapi ke mana? Kau di mana?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Takdir Pohon Bambu dan Benang Merah

Katanya, takdir itu lebih baik seperti pohon bambu. Kau bisa melihat siapa yang ada di sisi lain dari pohon bambu itu secara sekaligus.

Tapi orang bilang, takdir itu seperti benang merah. Benang merah mudah kusut, sehingga kau tidak bisa menggunakannya sesuai keinginanmu. Dan terkadang ia terikat.

Kau bisa saja mengatakan tidak apa-apa. "Jika dia kusut, aku akan merapikannya. Jika ia terikat, aku bisa mengikat mereka bersamaan."

Masalah hati seseorang berada di luar kendali kita, itu sesuatu yang akan menembus hatimu lebih daripada pedang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kehijauan

Seharusnya tak mengatakan apapun, tapi apalah daya tangan yang terlanjur basah.
Apakah itu putih di antara hitam dan kelabu?
Bukan, itu kehijauan, dan itu bukan kepura-puraan.
Bahkan terkadang, dia ataupun kau tak menyadarinya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wujud Angin

Kala angin berhembus,
rasakan saja keberadaannya
Buat apa memaksa ingin melihat wujudnya,
kalau belum diperkenankan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Impian


Kepala dua. Rasanya aneh masih bertingkah seperti ini. Rasanya ingin melepaskan topeng, merasakan udara lebih bebas lagi. Tapi, apa benar aku menggunakan topeng, membuatku menjadi bukan aku yang sebenarnya? Atau sebenarnya aku adalah aku yang beragam? Aku belum menyadari, belum mengetahui yang sebenarnya?


Apa aku tidak mempunyai kepercayaan diri dan terus mencari-cari alasan untuk mundur, tak menghiraukan, bahkan berpura-pura tak menyadari atau tak merasakan apapun?


Haruskah aku bertanya-tanya, "Apakah hidupku sudah berakhir, sekarang?" Apa pikiranku berkecamuk? Apa aku... ah, tak sehisteris itu. Tidak. Aku tidak seperti itu. 


Hanya saja... apakah aku menjadi pengecut? Tak mengindahkan, memedulikan, lalu membiarkannya mengalir begitu saja, tidak sekuat tenaga untuk melesat atau berusaha untuk terbang menggapai mimpi yang tinggi?


Tidak juga. Aku berusaha, aku mencoba, aku... aku belum melihat keberhasilan. Apa aku berpikir bahwa kerja keras tidak akan menghasilkan kesuksesan? Putus asa? Tidak juga. Hanya saja, aku kehilangan motivasi. Itu... bukan apa-apa. Aku membangunnya sendiri, tapi entah kenapa ia seakan lenyap. Aku tidak tahu harus bagaimana, jadi aku hidup sebisaku saja. Aku belum tahu bagaimana "melakukan yang terbaik". Sepertinya seperti itu. Apa aku masih ragu? Entahlah.


Hey! Kau pernah dengar, "Manusia adalah hewan yang mempunyai ambisi." Mungkin ini akan gagal meski kau sudah bekerja keras. Orang-orang mungkin tidak tahu apa yang telah kulakukan. Apa yang ingin kulakukan untuk hidupku. Impian apa yang belum dapat kuraih, atau sudah kuraih tapi belum maksimal.


Aku akan menikmati semua sebisaku. Aku bisa ini dan itu, walaupun mampu melakukan ala kadarnya saja. Aku bisa. Aku, impianku. Aku mempunyai banyak kesempatan, selama berusaha melakukan yang terbaik. Masih banyak pilihan, pasti bayak jalan menuju yang tinggi itu.


Tanpa impian, hidup ini tak ada apa-apanya. Aku, kau, kita, harus berjalan dengan penuh percaya diri ke arah impian. Apa yang ditemukan di ujung jalan sana, mungkin bukan sesuatu yang mewah, tapi kita sudah melakukan perjalanan yang Indah.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keadilan

Apa?
Bicara soal keadilan, bahkan artinya saja belum paham betul.
Mengira, menerka lalu mencerca.
Mengapa ini tidak adil? Mengapa?

Hei! Mengapa bertanya?
Memutuskan begitu saja tanpa berpikir panjang.
Apa kau tau bagaimana ketidak adilan yang sebenarnya?
Berhenti berasumsi dan mengatakan sesuatu yang bahkan kau belum mengalami kelanjutan dan kebenarannya!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sinar di antara Kegelapan

Aku mencoba untuk tak merasakan apapun lagi, tapi tak mungkin. Aku merasakannya. Benar-benar merasakan sesuatu sampai aku tak dapat menerjemahkannya. Akalku seolah belum dapat menjangkaunya. Yang ada aku berusaha untuk meniadakan, tak menghiraukan, dan berpura-pura tak tahu apa-apa. Apa itu disebut berlebihan? Apa... heshh, kalimat apa yang seharusnya aku katakan? 

Sinar menyala di antara kegelapan. Ruangan yang gelap, di hadapan sinar itu aku duduk sendiri. Memikirkan sesuatu, tapi apa yang sedang kupikirkan? Aishh. Entahlah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS