Diberdayakan oleh Blogger.
Seal - Gaia Online
RSS
Container Icon

SIMPLE PAST TENSE

Bismillahirrahmaanirrahiim
   A.    Pengertian
Kalimat SIMPLE PAST TENSE digunakan untuk menyatakan suatu aktivitas atau kondisi yang terjadi pada waktu lampau.

   B.    Fungsi
Untuk mengungkapkan kegiatan yang kita lakukan pada masa lampau atau untuk mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada masa lampau, misalnya:
I was ill last month.
Saya sakit bulan lalu.
We went to Jakarta last week by car.
Saya pergi ke Jakarta minggu lalu dengan mobil.

   C.     Pola Kalimat Aktif dengan Verb-2 Beraturan dan Tidak Beraturan
POSITIVE
S+V2
I/You/We/They/He/She arrived last night.
Saya/Kamu/Kami/Mereka/Dia tiba tadi malam.
Ayus/Oby went to Bali two weeks ago.
Ayus/Oby pergi ke Bali dua minggu yang lalu.

NEGETIVE
S+did not+V1
I/You/We/They/He/She did not arrive last night.
Saya/Kamu/Kami/Mereka/Dia tidak tiba semalam.
Rifqi/Rifa did not go to Bali two weeks ago.
Rifqi/Rifa tidak pergi ke Bali dua minggu yang lalu.

YES/NO QUESTION
Did+S+V1?
Did they/he arrive last night?
Apakah mereka/dia tiba tadi malam?
Did Ujang/Afi go to Bali two weeks ago?
Apakah Ujang /Afi Pergi ke Bali dua minggu yang lalu?

WH QUESTION
WH+did+S+V1?
What did you/they do last night?
Apa yang kamu/mereka lakukan tadi malam?
Where did Agus/Vivi go two weeks ago?
Kemanakah Agus/Vivi pergi dua minggu yang lalu?

WHO+V2
Who arrived last night?
Siapa yang tiba tadi malam?
Who went to Bali two weeks ago?
Siapa yang pergi ke Bali dua minggu yang lalu?

   D.    Pola Kalimat Aktif dengan to be (was were)
POSITIVE
S+was/ were+Adj/N/Adv(3 Complements/3C)
I/He/She/Ninik was ill yesterday.
Saya/Dia/Ninik sakit kemarin.
You/We/They were in Bali yesterday.
Kalian/Kami/Mereka di Bali kemarin.

NEGATIVE
S+was/were+not+Adj/N/Adv
I/He/She/Novi was not ill yesterday.
Saya/Dia/Novi tidak sakit kemarin.
You/We/They were not in Bali yesterday.
Kamu/Dia/Mereka tidak di Bali kemarin.

YES/NO QUESTION
Was/Were+S+Adj/N/Adv?
Was I/He/She/Ihsan ill yesterday?
Apakah saya/dia/Ihsan sakit kemarin?
Were you/we/they in Bali yesterday?
Apakah kalian/kami/mereka di Bali kemarin?

WH QUESTION
WH+was/were+S+3C?
Why was I/he/she/Alvin ill yesterday?
Mengapa saya/dia/Alvin sakit kemarin?
Where were you/they yesterday?
Kamu/Mereka ada di mana kemarin?

WHO+was/were+3C?
Who was ill yesterday?
Siapa yang sakit kemarin?
Who were in Surakarta yesterday?
Siapa yang di Surakarta kamarin?


   E.     Pola Kalimat Pasif
POSITIVE
S+was/were+V3+by….
I/She/Mukhtar was telephoned by Ninik last night.
Saya/Dia/Mukhtar ditelepon oleh Ninik semalam.
You/They/The girls were helped by Darojan last week.
Kamu/Mereka/Gadis-gadis itu di bantu oleh Darojan minggu yang lalu.

NEGATIVE
S+was/were+not+V3+by….
I/She/Mukhtar was not  telephoned by ninik last night.
Saya/Dia/Mukhtar tidak ditelepon oleh ninik semalam.
You/We/They / The Girls were not helped by Darojan last week.
Kamu/Kami/Mereka/Gadis-gadis tidak dibantu Darojan minggu lalu.

YES/NO QUESTION
Was/Were+S+V3+by….?
Was I/She/Abdullah telephoned by Vivi last night?
Apakah Saya/Dia/Abdullah ditelepon oleh Vivi semalam?
Were you/they/the girls helped by Apip last week?
Apakah kamu/mereka/gadis-gadis ditolong oleh Apip minggu lalu?

WH QUESTION
WH+was/were+S+V3+by…?
Why was I/She/Cecep telephoned by Fitri yesterday?
Mengapa saya/dia/Cecep ditelepon oleh Fitri kemarin?
Where were you/they/the girls helped by Munawwaroh last week?
Dimana kamu/mereka/gadis-gadis ditolong oleh Munawwaroh minggu lalu?

WHO+was/were+V3+by….?
Who was telephoned by Anif last night?
Siapa yang ditelepon oleh Anif semalam?
Who were disturbed by Pratiwi last week?
Siapa yang diganggu oleh Pratiwi minggu lalu?

   F.     Aturan Membuat Kalimat Past Tense
     1.       Kata bantu WAS digunakan untuk subjek I, She, He, It, atau subjek tunggal yang lain dan kata bantu WERE dipakai untuk subjek You, We, They, atau subjek yang lain.
I/He/She/It/Jhon/The boy was ill yesterday.
You/We/Jhon and Jinny/The boys were ill yesterday.

     2.       VERB-2 beraturan dan tidak beraturan bias dipakai untuk semua subyek kalimat.
I/You/We/They/
She/He/Jhon/
Jhon and Jinny/
The boys
typed
The letter
yesterday
sent
   
    3.       VERB-2 beraturan adalah kata kerja bentuk lampau atau bentuk kedua yang berakhiran –d atau –ed, misalnya:
Ÿ Live (V1) Lived (V2) F They lived in Bali last year.
Mereka tinggal di Bali tahun lalu.
Ÿ Wait (V1) waited (V2) F I waited for him two hours ago.
Saya menunggunya dua jam yang lalu.

     4.       VERB-2 tidak beraturan adalah kata kerja bentuk lampau atau bentuk kedua yang memiliki bentuk tidak beraturan, misalnya:
Ÿ Go (V1) Went (V2) F They went to Cape Town last year.
Mereka pergi ke Cape Town tahun lalu.
Ÿ Write (V1) Wrote (V2) F She wrote the letter a few minutes ago.
Dia menulis surat itu beberapa menit yang lalu.

     5.       Dalam kalimat negative dan kalimat tanya, VERB-2 harus dirubah menjadi kata kerja bentuk pertama (Verb-1) karena adanya kata bantu DID. Bandingkan contoh bentuk kalimat positive dan negative di bawah ini.
(+) They lived in Bali
( -) They DID not livein Bali
(?) DID they live in Bali?

     6.       Untuk menanyakan subyek kalimat, kata WHO harus langsung diikuti VERB-2 tanpa DID, misalnya:
Who came here last week?
Siapa yang datang ke sini minggu lalu?
Who went to school yesterday by helicopter?
Siapa yang pergi ke sekolah kemarin dengan helicopter?

   G.     Cara Membentuk Verb-2 Beraturan
1.       Akhiran –d ditambahkan pada kata kerja yang huruf akhirnya adalah –e, misalnya:
Arrive      ---       arrived
Live           ---       lived

2.       Jika kata kerja berakhiran dengan konsonan yang ddahului oleh sebuah vokal, konsonan itu digandakan lalu ditambahkan dengan –ed, misalnya:
Admit      ---       admitted
Stop          ---       stopped
Travel      ---       travelled

3.       Apabila kata kerja berakhiran dengan –y, ubahlah akhiran –y menjadi i kemudian tambahkan –ed, misalnnya:
Try            ---       tried
Carry        ---       carried
4.       Kata kerja yang berakhiran dengan –y yang didahului oleh sebuah vokal, cukup tambahkan akhiran –ed padakata kerja tersebut, misalnya:
Play           ---       played
Stay           ---       stayed

   H.     Bentuk Singkat
you’re – you were              they’re – they were
we’re – we were                  wasn’t – was not
weren’t – were not             didn’t – did not

   I.        Kesalahan yang Sering Terjadi

SALAH
BENAR
1.
SIMPLE PAST TENSE sering dipakai untuk kegiatan masa lampau

SALAH
wI go to school yesterday.
wI am tired last night.
1.
Kegiatan masa lampau diungkapkan dengan PAST TENSE

BENAR
wI went to school yesterday.
wI was tired last night.
2.
PRESENT PERFECT TENSE sering dipakai untuk kegiatan masa lampau.

SALAH
wHe has arrived last night.
wThey have sent it yesterday.
2.
Gunakan PAST  TENSE untuk kegiatan masa lampau.

BENAR
wHe arrived last night.
wThey sent it yesterday.
3.
TO BE lampau digunakan dengan VERB-1 atau VERB-2.

SALAH
wHe was here yesterday.
wWe are lived here two years ago.
3.
TO BE tidak digunakan dengan VERB-1 atau VERB-2.

BENAR
wHe came here yesterday.
wWe lived here two years ago.

   J.       Keterangan waktu
Yesterday (yesterday morning, yesterday afternoon)
Last … (last night, last week, last month, last year, last winter, last holiday)
… ago (two days ago, three days ago, five weeks ago, ten years ago)

Referensi

Ÿ Cara Mudah Menguasai Tensis, Silvester Goridus Sukur

Ÿ 30 Menit pandai Berbahasa Inggris, Peni R. Pramono

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keluarga Sakinah



•○•____ بسم الله الر حمن الر حيم ____ *•.¸•**•.¸•**•… (•ˆˆ•)

Setiap insan yang hidup pasti mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, sejahtera, tentram, atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah.
Sesungguhnya kehidupan yang sakinah yang dibangun di atas rasa cinta dan kasih sayang tentu sangat berarti dan bernilai dalam sebuah rumah tangga. Betapa tidak, bagi seorang pria atau wanita yang akan membangun sebuah rumah tangga melalui tali pernikahan pasti berharap, bercita-cita dapat membentuk keluarga yang sakinah. Lalu, apa dan bagaimanakah keluarga sakinah itu? (mari kita simak ulasan berikut, yuuk...)

       Definisi dan Hakikat Kehidupan Keluarga Sakinah.

Allah swt. berfirman:
 ومن ءايته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن فى ذلك لأيت لقوم يتفكرون ) الروم (: 21*
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Dalam bahasa Arab, sakinah memiliki arti; tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun penggunaan nama sakinah diambil dari Al-Qur’an surat Ar-ruum: 21 yakni, " لتسكنوا إليها "  yang berarti “Bahwa Allah swt. telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tentram terhadap yang lainnya”.

Telah disebutkan di atas bahwasanya setiap pribadi khususnya mereka yang sudah berumah tangga sangat menginginkan terciptanya keluarga sakinah, sehinggga kita bisa menyaksikan berbagai cara dan usaha yang mereka tempuh dengan presepsi yang berbeda. Maka nampak pada pandangan kita, ada sebagian orang yang berusaha mencari, menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya karena mereka menganggap dengan harta itulah akan diraih keluarga yang sakinah. Ada pula yang berpandangan bahwa keluarga yang sakinah bisa diperoleh semata-mata pada tempat tinggal yang luas dan megah serta pasangan hidup yang rupawan sehingga mereka berupaya untuk mendapatkan itu semua.

Perlu kita pahami, sesungguhnya esensi atau hakikat keluarga sakinah adalah keluarga yang dilandasi mawaddah warohmah dari Allah swt., jadi keluarga sakinah  terletak pada realisasi atau penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridha Allah swt., karena hakikat sakinah adalah ketenangan yang terbimbing oleh agama dan datang dari sisi Allah ta’ala.

Seperti firman Allah swt. Pada surat Al-Fath:
هو الذي أنزل السكينة فى قلوب المؤمنين ليزدادوا إيمنا مع إيمنهم ولله جنود السموات والأرض وكان الله عليما حكيما ) الفتح (: 4

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

[1394]. Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya,

       Ciri-Ciri Keluarga Sakinah

Ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri atau tanda-tanda terbentuknya karakteristik keluarga sakinah, di antaranya adalah:

1. Terwujudnya kesadaran akan kewajiban sebagai suami istri
Kewajiban-kewajiban suami istri antara lain:
        Menghormati orang tua serta keluarga kedua belah pihak.
        Saling menghormati dan mengembangkan sikap sopan santun.
        Memupuk rasa cinta dan kasih sayang.
        Saling pengertian serta bergaul dengan baik.
        Senantiasa melaksanakan musyawaroh untuk kepentingan bersama.
        Saling memercayai dan menyembunyikan rahasia kedua belah pihak.
        Bertindak secara matang, tidak terbawa emosi dalam menghadapi serta memecahkan masalah.
        Sabar dan ridha terhadap kekurangan juga kelemahan kedua belah pihak.
2. Terwujudnya hubungan suami istri secara harmonis.
3. Terwujudnya hubungan yang baik antara anggota keluarga serta lingkungan.
4. Terciptanya nilai-nilai agama dalam keluarga.
5. Terciptanya keakraban orang tua dan anak.

Nabi saw. bersabda:
أربع من سعادة المرء: أن تكون زوجته صالحة، وأولادهأبرارا، وخلطاؤه صالحين، وأن يكون رزقه في بلده.
)                                                       رواه الديلمى عن علي(


       Upaya Membangun Keluarga Sakinah

Pernikahan yang baik adalah sebuah ikatan seumur hidup dan memerlukan sesuatu yang lebih dari sekadar “peduli”, “pemenuhan diri” dan “komitmen”.
Pernikahan menuntut agar masing-masing dari kita jujur kepada diri sendiri, kepada pasangan hidup dan kepada Allah swt.. Islam memandang potret keluarga yang ideal adalah keluarga yang dapat menggabungkan antara sakinah, mawaddah dan rahmah sebagai satu kesatuan serta dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mencapainya, tentu membutuhkan cara dan langkah yang beragam antara satu keluarga dengan lainnya. Uraian berikut mencoba memberikan semacam tips pembentukan sebuah keluarga bahagia yang sifatnya umum namun bisa diterapkan dalam setiap keluarga.

        Benar dan Tepat dalam Memilih Jodoh.
Secara naluriah, manusia akan berusaha untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan keinginan mereka. Oleh karena itu, seseorang dalam memilih calon suami atau istri mesti dipertimbangkan oleh kriteria tertentu, walaupun upaya tersebut bukan merupakan suatu kunci, namun dapat menentukan baik tidaknya rumah tangga.

        Mengembangkan Prinsip Musyawaroh dan Demokratis.
Dalam segala aspek kehidupan rumah tangga harus diputuskan dan diselesaikan berdasarkan hasil musyawaroh, minimal antara suami istri. Adapun maksud demokratis adalah; seluruh anggota kelurga harus saling terbuka untuk menerima pandangan masing-masing pihak demi terwujudnya prinsip ini, maka mereka harus saling menciptakan suasana yang damai guna terbentuknya rasa persahabatan, peduli, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Realisasi lebih jauh dari sikap musyawaroh dan demokratis dapat dikelompokkan kepada:
1. Musyawaroh dalam memutuskan masalah yang berhubungan dengan reproduksi dan pendidikan anak.
2. Musyawaroh dalam menentukan tempat tinggal.
3. Musyawaroh dalam memutuskan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan rumah tangga.
4. Musyawaoh dalam pembagian tugas masing-masing anggota keluarga atau Job Description.

        Menciptakan Rasa Aman dan Tentram dalam Kehidupan Rumah Tangga.
Saling kasih, asih, cinta, melindungi dan menyayangi. Semua anggota keluarga harus menciptakan suasana bahwa rumah adalah tempat yang aman bagi mereka. Aman dan tentram di sini bukan hanya terbatas pada segi fisik semata, tetapi juga dalam segi kejiwaan.

        Menghindari Adanya Kekerasan Baik Fisik Maupun Psikis.
Dalam kehidupan berkeluarga, jangan sampai ada anggota keluarga yang merasa berhak melakukan kekerasan yang melampaui batas dalam bentuk apapun, dengan dalih apapun.
Begitu pula setiap anggota keluarga harus terhindar dari kekerasan psikologi.
Mampu menciptakan suasana kejiawaan yang aman, tentram dan bebas dari segala bentuk ancaman yang bersifat psikis, baik dalam bentuk kalimat atau percakapan sehari-hari maupun panggilan antar anggota keluarga.

        Menjadikan Hubungan Suami Istri Sebagai Hubungan Partner.
Relasi gender suami istri merupakan hubungan kemitrasejajaran. Maksudnya suatu relasi yang berdasarkan keadilan, saling membutuhkan dan saling melengkapi antara satu sama lain.

Jika istri mempunyai kekurangan, suami tidak menceritakannya kepada orang lain, begitu pula sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter dan sebaliknya, serta istri sayogyanya tampil membanggakan suami dan sebaliknya.
Tetapi tetap, sosok seorang ayah pastinya lebih tinggi kedudukannya, lebih besar pula tanggung jawabnya, karena ia adalah imam bagi keluarganya. Layaknya dalam suatu organisasi, yang mana ayah menjabat sebagai ketua, ibu sebagai wakil sekaligus sekertaris yang mengurus arsip-arsip keluarga juga sebagai bendahara, karena uang yang dipegang oleh seorang istri itu insyallah berkah bila ia mengorganisirnya dengan adil.

        Menumbuhkan Prinsip Keadilan.
Keadilan di sini adalah menempatkan sesuatu pada posisi yang semestinya (proporsial). Apabila ada di antara anggota keluarga yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri harus didukung tanpa memandang atau membedakan berdasarkan gender.
Masing-masing anggota harus sadar sepenuhnya bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga yang harus memberi dan mendapatkan perhatian.

        Menciptakan kedewasaan Diri.
Kebahagiaan dan kesejahteraan dalam pernikahan mempunyai beberapa unsur, baik yang seharusnya dimiliki seorang pria yang akan menjadi suami ataupun seorang wanita yang akan menjadi istri.
Salah satu unsur terpenting dalam mencapai kebahagiaan dalam sebuah keluarga adalah kedewasaan diri. Kedewasaan dalam bidang fisik-biologis, sosial-ekonomi, emosi, tanggung jawab, pemikiran dan nilai-nilai kehidupan serta keyakinan atau agama.


Kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih sudah membaca.

__by: Triple A__

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS